Cara Mencegah Munculnya Stretch Mark saat Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Salah satu kodrat seorang perempuan adalah hamil, kehamilan merupakan hasil bertemunya sperma dan sel telur. Apabila dihitung mulai saat fertilisasi hingga kelahiran bayi, sebuah kehamilan normalnya berlangsung dalam 40 minggu atau bisa juga 9 bulan menurut kalender internasional.

Kehamilan dan Problem yang Muncul

Kehamilan terbagi dalam tiga trimester yang pertama berlangsung sekitar 12 minggu. Trimester kedua berlangsung sekitar 15 minggu (minggu ke 13 sampai ke 27). Trimester ketiga berlangsung sekitar 13 minggu (minggu ke-28 sampai ke 40).

Problem yang sering dihadapi ibu hamil adalah rasa gatal serta kulit yang meregang kering. Merenggangnya kulit itu juga disertai garis pada bagian paha atau perut. Garis tersebut rupanya sangat sulit hilang, meski setelah proses melahirkan berakhir. Kondisi merenggangnya kulit disertai garis inilah yang disebut dengan stretch mark.

Sebagian besar perubahan pada ibu hamil tersebut disebabkan faktor hormonal (progesteron, esterogen, relaksin atau human chorionic gonadotropin). Umumnya pada minggu ke-18 sampai 32, terjadi over distance dinding abdomen. Sekresi hormon ini sedikit menurun setelah minggu ke-24, sehingga risiko merenggangnya kulit jadi lebih tinggi (Cunningham FG, dkk).

Apa Penyebab Stretch Mark saat Hamil?

Terjadinya stretch mark disebabkan adanya peregangan kulit yang berlebihan, akibat janin yang semakin membesar. Setiap ibu hamil  memang akan mengalami kondisi seperti ini. Ketika hamil, kulit akan meregang sehingga mengakibatkan robekan pada lapisan dalam kulit.

Pada saat hamil, warna yang akan timbul tergantung pada kulit. Bisa saja perubahan menjadi berwarna merah atau juga cokelat. Meskipun saat melahirkan perlahan-lahan warna kulit berubah menjadi putih, namun bagi kebanyakan perempuan tetap tidak hilang.

Cara Mencegah Munculnya Stretch Mark Saat Hamil

  1. Menerapkan pola makan yang sehat. Ibu hamil dituntut menyeimbangkan pola makan yang sehat. Kandungan gizi harus mencukupi kebutuhan ibu serta janin. Ibu hamil perlu mengkonsumsi sayur dan buah. Jangan lupa mengkonsumsi lauk-pauk seperti ikan yang mengandung omega 3. Mengkonsumsi sayur, buah, biji-bijian, atau kacang-kacangan sangat baik untuk mencegah stretch mark pada ibu hamil.
  2. Minum air putih yang cukup. Ibu hamil harus mengkonsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi. Air putih juga dapat mempertahankan kesehatan kulit. Tentu saja hal ini bisa membantu ibu hamil untuk mencegah terjadinya stretch mark. Setidaknya ibu hamil mengkonsumsi paling sedikit 8 gelas perhari.
  3. Selama kehamilan diusahakan berat badan ideal. Tidak dipungkiri jika masa kehamilan sangat identik dengan kenaikan berat badan. Dengan menyeimbangakan asupaan gizi, setidaknya dapat menjaga ibu hamil agar terhindar dari kenaikan berat badan yang berlebih dan resiko terkena stretch mark.
  4. Perlu melakukan latihan fisik ringan. Ibu hamil perlu menjaga kebugaran dengan latihan fisik ringan. Namun untuk mengetahui latihan fisik yang aman, ibu hamil perlu memeriksakan ke dokter kandungan agar mengetahui kondisi tubuh sekaligus latihan fisik yang cocok.
  5. Melakukan senam kehamilan. Senam kehamilan sangat bermanfaat untuk kebugaran. Selain itu senam kehamilan juga membantu ibu hamil untuk mengurangi risiko stretch mark.
  6. Mengkonsumsi vitamin E. Tidak dipungkiri jikia vitamin E bisa membantu ibu hamil agar memiliki kulit yang sehat. Ibu hamil bisa menggunakan krim yang mengandung vitamin E, lantas diusapkan pada bagian diindikasi terkena stretch mark. (APT).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY