Cara Mencegah Penyakit Vulvodynia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Jika Anda belakangan ini merasakan sakit dan panas pada area pembukaan vagina atau vulva, kemungkinan besar itu mengindikasikan vulvodynia. Ketidaknyamanan akibat kondisi ini kerap membuat wanita merasa terganggu saat melakukan aktivitas, terutama ketika duduk dalam waktu yang lama. Rasa sakit di vagina karena vulvodynia juga dapat membuat seorang wanita menjadi tidak bersemangat untuk melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Meski rasa sakit bisa konstan atau datang dan pergi, ketidaknyamanan akibat kondisi ini dapat berlanjut hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Beberapa wanita dengan vulvodynia riwayat vaginitis atau infeksi jamur vagina berulang. Beberapa wanita lainnya memiliki riwayat pelecehan seksual. Akan tetapi, kebanyakan kasus vulvodynia penyebabnya tidak teridentifikasi. Namun, ada beberapa faktor yang yakini sangat berkontribusi terhadap pengembangan kondisi ini, yaitu:

  • Iritasi atau cedera pada saraf sekitar vulva
  • Pernah mengalami infeksi vagina
  • Memiliki alergi atau kulit yang sensitif
  • Perubahan hormon

Meski ketidaknyamanan akibat vulvodynia bisa berlangsung lama, namun kondisi ini tidak akan menular melalui kontak seksual dan umumnya bukan indikasi kanker. Kendati demikian, vulvodynia yang dibiarkan dapat menyebabkan masalah emosional, seperti kecemasan, depresi, dan masalah hubungan dengan pasangan, yang secara keseluruhan akan menurunkan kualitas hidup. Oleh karenanya, lebih baik dicegah sejak dini, mengingat masalah di area kewanitaan ini masalah yang “private” dan sensitif.

Meski penyebabnya sering tak diketahui, vulvodynia masih bisa dicegah. Menerapkan pola hidup sehat dan bersih tentu yang utama. Namun, ada beberapa hal khusus yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan vulvodynia, antara lain:

  • Hindari mengenakan pakaian dalam ketat. Pakaian dalam yang ketat membatasi aliran udara ke area Miss V. Hal ini memicu peningkatan suhu dan kelembaban sehingga area Miss V rentan iritasi. Sebaiknya hindari juga memakai pantyhose atau underwear berbahan nilon. Pilihlah pakaian dalam yang berbahan katun guna menjaga ventilasi udara dan kelembaban di Miss V.
  • Hindari produk pembersih kewanitaan. Sebetulnya, membersihkan Miss V dengan air saja sudah cukup, karena Miss V juga memiliki mekanisme “pembersihan diri” alami. Anda tak perlu lagi melakukan douching atau menggunakan berbagai produk pembersih kewanitaan yang saat ini banyak dijual di pasaran. Apalagi bahan-bahan yang terkandung di dalamnya didominasi bahan berbasis kimia. Ini bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam Miss V, dan meningkatkan risiko iritasi dan alergi terutama bagi yang kulitnya sensitif. Begitu pula dengan tisu toilet, gunakanlah yang tanpa pemutih.
  • Meminimalisir friksi ke area Miss V. Friksi atau gesekan ke area Miss V dapat meningkatkan risiko cedera pada Miss V, yang pada gilirannya mengakibatkan vulvodynia. Untuk mengurangi friksi ini, sebaiknya Anda tidak sering duduk terlalu lama, dan mengurangi aktivitas yang menempatkan tekanan lebih pada vulva, seperti bersepeda dan menunggang kuda.
  • Cuci pakaian baru sebelum dipakai. Selalu bilas pakaian dengan benar ketika dicucu guna menghilangkan residu sabun yang berpotensi mengiritasi kulit. .

Sebetulnya, vulvodynia bukan kondisi yang langka, dan sering dialami oleh wanita di usia produktif. Namun, hanya sedikit dari mereka yang mencari bantuan medis. Padahal, dokter dapat merekomendasikan perawatan atau cara yang tepat untuk membantu merasakan rasa sakit, serta mencegah kondisi menjadi lebih parah. Karena ada kemungkinan juga vulvodynia disebabkan oleh infeksi vagina atau diabetes. Jika sering merasakan nyeri, sensasi panas, atau ketidaknyaman di area Miss V Anda, jangan ragu atau malu untuk memerikasakannya ke ginekolog.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY