Cara Mendiagnosis Gangguan Hipokondria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apa itu Hipokondria? Hipokondria merupakan suatu gangguan dimana individu mengalami ketakutan akan suatu penyakit serius yang menetap, terlepas dari kepastian media yang menyatakan sebaliknya. Seseorang yang didiagnosis menderita hipokondria, Ia akan disibukkan dengan rasa takut yang luar biasa dimana dirinya merasa memiliki penyakit serius. Rasa takut itu tetap ada walaupun tidak ada dasar yang bertanggung jawab sepenuhnya atas keluhan mereka yang membenarkan bahwa mereka memiliki penyakit serius. Ketakutan tersebut akan terus ada dalam pikiran mereka meski tidak ada kepastian dan bukti medis dari keluhan yang mereka rasakan.

Hipokondria dapat mengganggu kegiatan seseorang sehari-hari. Penderita hipokondria mengalami ketidaknyamanan fisik. Sering kali mereka salah menginterpretasikan dan melebih-lebihkan reaksi tubuh yang biasa. Gangguan ini umumnya muncul pada masa dewasa awal. Biasanya sering berawal antara usia 20-30 tahun, meskipun dapat muncul pada usia berapapun.

Penderitanya akan menjadi sangat sensitif terhadap perubahan ringan dalam fisiknya, seperti denyut jantung yang tidak teratur, berkeringat, batuk yang tidak sering, sakit perut dan sedikit rasa sakit, menjadi keyakinan mereka. Padahal kecemasan akan simptom fisik dapat menimbulkan sensasi fisik tersendiri-misalnya, keringat berlebihan dan pusing, bahkan pingsan, mereka juga melihat kemungkinan untuk dapat mengobati penyakitnya sangat rendah dan melihat diri mereka lemah dan tidak dapat mentoleransi upaya fisik.

Selain itu, Penderita hipokondria akan menjadi marah saat dokter mengatakan bahwa ketakutan mereka sendirilah yang menyebabkan simptom-simptom fisik tersebut. Mereka sering berganti-ganti dokter dengan harapan bahwa seorang dokter yang kompeten dan simpatik akan memperhatikan mereka sebelum terlambat.

Lalu bagaimana caranya mendiagnosis seseorang yang menderita hipokondria?

  1. Ia terpaku pada ketakutan mengalami penyakit serius dan memiliki keyakinan bahwa Ia memiliki penyakit yang serius. Setiap sensasi tubuh atau tanda-tanda fisik yang dirasakan, akan diartikan sebagai bukti dari penyakit fisiknya.
  2. Memiliki ketakutan terhadap suatu penyakit meskipun sudah diyakinkan secara medis bahwa Ia tidak memiliki penyakit serius.
  3. Ketakutannya menyebabkan distress emosional yang signifikan atau mengganggu satu atau lebih area fungsi yang penting, seperti fungsi sosial atau pekerjaan.
  4. Gangguan ini telah bertahan selama 6 bulan atau lebih.
  5. Sering berganti dokter atau pengobatan lain tanpa menyelesaikan 1 terapi terlebih dahulu.
  6. Tidak mempercayai hasil pemeriksaan medis yang menyatakan bahwa dirinya baik-baik saja.
  7. Keluhan mungkin mereda saat pemeriksaan fisik dilakukan namun akan kembali begitu terapi dimulai dan tidak menunjukkan hasil yang signifikan.

Keterpakuannya tidak pada intensitas khayalan (orang tersebut mengenali kemungkinan bahwa ketakutan dan keyakinan ini terlalu dibesar-besarkan atau tidak mendasar) dan tidak terbatas pada kekhawatiran akan penampilan. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here