Cara Mendiagnosis Terlepasnya Plasenta pada Dinding Rahim (Solusio Plasenta)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, tahukah Anda yang dimaksud dengan solusio plasenta? Artikel berikut akan memberikan jawabannya bagi Anda.

Mendiagnosis Solusio Plasenta

Solusio plasenta merupakan kondisi terlepasnya plasenta yang menempel pada dinding rahim sebelum adanya proses persalinan. Solusio plasenta bisa ditandai dengan terlepasnya plasenta seluruh atau sebagian. Padahal plasenta merupakan suatu yang vital bagi bayi karena memberi nutrisi serta oksigen pada calon buah hati yang ada di dalam perut.

Diagnosis

  1. Diagnosis solusio plasenta bisa jadi sulit ditegakkan.
  2. Ibu hamil yang mengalami solusio plasenta mengalami gejala klinis sebagai berikut:
  • Terjadi perdarahan pada pervaginam sebanyak 80%.
  • Terasa nyeri pada abdomen atau nyeri di bagian pinggang dan tekan uterus sebanyak 70%.
  • Terjadi gawat janin sebanyak 60 %.
  • Terjadi kelainan dan kontraksi uterus sebanyak 35%.
  • Terjadi kelainan premature idiopatik sebanyak 25%.
  • Terjadi kematian janin sebanyak 5%.
  • Terkadang sering merasa terjadi syok.

Bagaimana Tindakan Dokter?

Tindakan yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis solusio plasenta dengan melakukan pemeriksaan. Baik pemeriksaan fisik sebagai langkah pemeriksaan tekanan rahim. Pendeteksian dilakukan untuk melihat kondisi rahim apakah lunak atau keras. Perlunya sebuah tes darah atau ultrasound yang dapat membuat pendarahan vagina. Pendarahan vagina dengan ultrasound yang berfrekuensi tinggi bisa dilakukan untuk melihat adanya solusio plasenta.

Ternyata solusio plasenta merupakan kondisi yang memerlukan fasilitas khusus karena termasuk dalam suatu konsisi darurat yang perlu dilakukan adanya penanganan secepatnya di rumah sakit dengan peralatan yang komplit. Perlu adanya sebuah tranfusi darah yang dapat dilakukan sebagai tindakan medis. Nantinya tindakan medis yang perlu diambil oleh dokter ialah dengan memecah ketuban sesegera mungkin tanpa melihat adanya persalinan pervaginam atau pun persalinan perabdiminal.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi adanya sebuah regangan uterus. Solusio plasenta mempunyai 3 jenis kondisi yaitu sebagai berikut:

  1. Terjadinya konservatif yang umurnya masih 37 minggu atau bisa disebut juga dengan solusio ringan.
  2. Terjadinya persalinan per vaginam dengan kondisi umur janin kurang dari 37 minggu atau bisa disebut dengan solusio plasenta yang sedang dan berat. Bisa juga terjadi solusio plasenta ringan tapi kondisinya memburuk.
  3. Dokter dapat membantu persalinan yang diperkirakan untuk diselesaikan selama kurang dari 6 jam. Operasi sesar bisa dilakukan apabila kehamilan kurang dari 37 minggu. Persalinan pervaginam bisa berlangsung lebih dari 6 jam. Tindakan ini bisa dilakukan baik untuk kondisi plasenta ringan, sedang, dan buruk.

Demikian informasi mengenai solusio plasenta yang dapat bermanfaat bagi Pembaca sehingga ketika ada kejadian serupa masyarakat dapat secara cepat menanganinya. (MLS).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here