Cara Menemukan Bakat pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Setiap anak pasti memiliki bakat. Bakat setiap anak berbeda-beda satu dengan lainnya. Sebagai orangtua, Anda bisa membantu anak dalam mengembangkan bakatnya, bukan memaksanya. Oleh sebab itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah menemukan bakat anak.

Inilah yang kerap menjadi masalah. Tak banyak orangtua yang tahu cara melihat bakat anaknya yang masih kecil. Padahal, sayang sekali kalau potensi dan bakat balita tidak dikembangkan sejak dini kan? Untuk itulah, Anda bisa melihat bakat balita dengan cara berikut:

  • Biarkan ia mencoba berbagai hal

Balita suka bermain kotor-kotoran dan mencoret tembok di dalam rumah? Kondisi rumah berantakan karena mainan si kecil ada di mana-mana? Jangan kesal, terlebih marah. Meski kotor dan mengganggu, jangan larang balita melakukan hal itu ya. Biarkan ia mencoba berbagai hal dengan tangannya sendiri supaya Anda bisa melihat langsung potensi bakatnya saat ia beraktivitas.

Bebaskan balita untuk berimajinasi dan menggunakan kreativitasnya. Anda bisa meyiapkan ruangan khusus di rumah sebagai tempat untuk balita bermain dan bereksperimen sesukanya. Semakin banyak balita mencoba hal baru, semakin mudah juga Anda menemukan bakatnya. Anak dengan rasa ingin tahu yang tinggi bisa menjadi tanda ia memiliki kemampuan intelegensi yang tinggi, lho.

  • Amati aktivitasnya

Untuk melihat bakat balita, Anda harus lebih jeli dalam melihat setiap tingkah laku dan aktivitas yang dilakukannya. Bakat balita dapat dilihat dari sebuah kebiasaan yang tingkat penguasaannya di atas normal bagi usianya. Balita yang suka bermain puzzle, misalnya, dipercaya memiliki bakat sebagai peneliti dan arsitek. Mereka senang memecahkan masalah karena memiliki kelebihan dalam kemampuan visual dan spasial.

  • Tanamkan growth mindset

Balita yang ditanami growth mindset atau pola pikir bertumbuh sejak dini akan lebih mudah terlihat bakatnya dibandingkan yang tidak. Hal ini karena mereka cenderung lebih terbuka terhadap hal baru, tidak takut mencoba dan senang mempelajari sesuatu yang tidak diketahui sebelumnya.

Growth mindset juga akan membuatnya terus penasaran dan mencoba menggali lebih dalam tentang topik yang diminatinya. Kalau sudah begini, akan terlihat satu subjek yang dapat menjadi media penyaluran bakat si kecil.

  • Tunggu

Layaknya menunggu pohon tumbuh tinggi, Anda pun harus menunggu bakat balita untuk bisa tumbuh dan berkembang. Jangan berharap si kecil bisa mempunyai bakat atau melakukan banyak hal sekaligus karena malah akan menghambat perkembangannya.

Alih-alih berusaha memaksakan bakat si kecil, lebih baik Anda sabar menunggu sambil terus menyemangatinya. Bakat tidak akan pergi ke mana-mana, kok!  Biarkan dengan sendirinya agar ia bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berbakat. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here