Cara Menganalisis Kadar Sperma

SehatFresh.com – Sperma yang sering disebut juga mani atau semen adalah ejakulat yang berasal dari seorang pria berupa cairan kental dan keruh, berisi sekret dari kelenjar prostat dan spermatozoa. Pemeriksaan sperma merupakan salah satu elemen penting dalam penilaian fertilitas atau infertilitas.

Banyak pria yang sering merasa tidak nyaman dengan adanya pemeriksaan sperma, hal ini mengingat sperma merupakan produk cairan tubuh yang hanya bisa dikeluarkan sebagai puncak rasa birahi (orgasme). Tidak seperti cairan tubuh lain yang biasa diperoleh dengan cara yang menyakitkan yaitu disuntik seperti darah, cairan sumsum tulang, cairan otak, maka cairan sperma ini dikeluarkan dengan cara tidak menyakitkan.

Tidak semua pria dengan mudah bisa mengeluarkan sperma apalagi di sebuah tempat yang cukup asing seperti rumah sakit atau laboratorium. Sebenarnya, hal ini tidak bisa menjadi alasan karena saat ini rumah sakit atau laboratorium biasanya telah menyediakan tempat yang dibuat sedemikian rupa agar pasien bisa melakukan proses mengeluarkan sperma dengan nyaman.

Ada dua tahap penting pada pemeriksaan sperma, yaitu tahap pengambilan sampel dan tahap pemeriksaan sperma.

Pada tahap pengambilan sampel, beberapa hal yang harus diperhatikan ialah :

  1. Pria yang akan diambil semennya dalam keadaan sehat dan cukup istirahat. Tidak dalam keadaan letih atau lapar.
  2. Tiga atau empat hari sebelum semen diambil, pria tersebut tidak boleh melakukan aktifitas seksual yang mengakibatkan keluarnya semen. Organisasi kesehatan dunia (WHO) bahkan merekomendasikan dua sampai tujuh hari harus puasa ejakulasi, tentunya tidak sebatas hubungan suami istri, tapi dengan cara apapun.
  3. Semen (sperma) dikeluarkan melalui masturbasi di laboratorium (biasanya disediakan tempat khusus). Sperma kemudian ditampung pada tabung terbuat dari gelas.
  4. Masturbasi tidak boleh menggunakan bahan pelicin seperti sabun, minyak, dll.

Sedangkan pada tahap kedua, dilakukan pemeriksaan sampel semen di laboratorium.

Hitung Sperma (Sperma Count)

Semen normal biasanya mengandung 20 juta sperma per mililiternya dan delapan juta di antaranya bergerak aktif. Sperma yang bergerak aktif ini sangat penting artinya, karena menunjukkan kemampuan sperma untuk bergerak dari tempat dia disemprotkan menuju tempat pembuahan (tuba fallopi, bagian dari kandungan wanita).

Hasil pemeriksaan dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu bentuk normal, kepala tidak normal, ekor tidak normal, dan sel sperma yang belum matang (immature germ cells, IGC).

Gerakan Sperma (Sperm Motility) dikatakan normal jika 40% atau lebih sperma dapat bergerak normal. tetapi beberapa pusat laboratorium mengatakan bahwa nilai normal adalah 60% atau lebih.

Contoh kesimpulan dalam pemeriksaan sperma :

  • Jumlah Sperma : Oligozoospermia
  • Motilitas         : Nekrozoospermia
  • Morfologi : Teraozoospermia
  • Viabilitas : Buruk
  • Viskositas : Normal

Dengan demikian pemerikasaan kadar sperma biasanya dilakukan di labotarium, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter bagaimana cara mengetahui kualitas sperma. Karena kualitas sperma juga berpengaruh jika Anda ingin mempunyai keturunan.

Sumber gambar : id.wikihow.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY