Cara Mengasah Karakter Anak Lewat Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sebagian orangtua menekankan berpuasa di bulan Ramadhan pada kemampuan menahan rasa lapar dan haus. Padahal, melalui puasa, seorang anak bisa mempelajari banyak hal yang bisa membentuk karakternya kelak di kemudian hari. Karakter apa saja yang bisa terasah melalui puasa?

  • Disiplin

Imsak ada waktunya. Begitu pula dengan berbuka. Waktu yang telah ditentukan itu mengasah anak untuk disiplin agar waktu yang ditetapkan bisa dijalaninya.

  • Jujur

Puasa adalah salah satu ibadah yang tidak kasat mata. Maksudnya, orang yang melihat orang lain tidak makan atau minum belum tentu menilainya sedang berpuasa. Di sinilah, sikap jujur si anak dikedepankan.

  • Sabar

Perut sudah ‘bunyi’. Tenaga sudah hampir ‘habis’. Waktu berbuka masih cukup lama. Nah, berpuasa mengajarkan anak untuk bersabar terhadap sesuatu yang diinginkannya.

  • Tangguh

Saat berpuasa, anak akan merasakan pedihnya lapar dan sengsaranya haus sehingga menjadi latihannya dalam mengarungi kehidupan.

  • Sederhana

Di zaman yang penuh hedonisme dan semua serba diukur dengan materi, puasa dapat mendidik anak untuk menyadari bahwa materi bukan segalanya. Ada kalanya materi tidak berarti apa-apa dibandingkan sebuah kurma atau seteguk air.

  • Pemaaf

Selain lapar dan haus, amarah juga perlu dikendalikan saat sedang berpuasa. Dalam konteks ini, berpuasa bisa mengajarkan anak untuk menjadi pemaaf agar emosinya tidak tersulut menjadi amarah.

  • Peduli

Lapar dan haus yang dirasakan oleh anak yang berpuasa dapat merangsang kepeduliannya terhadap orang lain yang juga merasakan lapar dan haus tak hanya di bulan Ramadhan, namun juga hampir setiap hari.

  • Dinamis

Makan dan minum di malam hari saat Ramadhan telah menyalahi kebiasaan makan dan minum di siang hari selama sebelas bulan lainnya. Ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia dinamis. Seorang manusia hendaknya tidak terpaku pada rutunitas dan hanya pada sesuatu yang sudah dirasa nyaman dan mapan.

Mengasah karakter anak ibarat menanam sebatang pohon. Pada awalnya kecil. Lalu, tumbuh makin tinggi. Setelah pohon itu besar,  akan terlihat apakah pohon ini subur atau tidak? Apakah berbatang dan berakar kuat, berdaun rimbun, dan berbunga serta berbuah lebat atau tidak?

Sebelum menjadi besar, yang harus kita lakukan adalah terus menyirami pohon yang sudah tumbuh tersebut, memberi pupuk, dan membersihkan hama-hama penyakitnya. Dengan demikian, akan tumbuh batang dan cabang baru yang subur dan lebat daunnya sehingga banyak manfaatnya.

Nah, suasana dan lingkungan di bulan Ramadhan sangat mendukung untuk membentuk karakter yang kuat. Karakter ini bisa dipupuk sejak usia dini karena pada masa itulah seseorang membuat pola-pola pikir dan perilaku yang akan digunakan saat dewasa. Singkatnya, bulan Ramadhan bisa menjadi momentum tepat untuk mengasah karakter seorang anak. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY