Cara Mengatasi Gatal Pada Miss V

SehatFresh.com – Bagi seorang wanita vagina merupakan bagian organ intim wanita yang sangat peka dan sensitif. Hampir semua wanita pasti pernah mengalami masalah gatal pada vagina setidaknya sekali dalam hidupnya. Rasa gatal di vagina umumnya disebabkan oleh gangguan pada bagian luar vagina yang muncul ketika terjadi iritasi akibat ada perlukaan atau akibat bahan-bahan kimia yang terdapat dalam kondom, krim, sabun, tisu, atau pembalut yang digunakan.

Keberadaan  bakteri baik pada vagina adalah hal yang normal. Dalam keadaan normal, vagina memiliki pH yang asam. Flora normal (bakteri baik) di vagina hidup dalam kondisi pH asam. Keadaan-keadaan tertentu dapat mengubah keadaan pH asam ini menjadi basa. Kondisi basa pada liang vagina memungkinkan pertumbuhan bakteri jahat pada vagina karena bakteri jahat sangat menyukai lingkungan hidup yang basa. Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan jumlah bakteri antara bakteri jahat dan bakteri baik. Bakteri jahat dapat menyebabkan infeksi dan rasa gatal. Selain gatal, umumnya bakteri jahat pada vagina disertai gejala seperti rasa perih, serta keluarnya cairan dan bau tidak sedap dari vagina.

Rasa gatal di vagina juga terjadi karena adanya jamur candida yang menjadi penyebab keputihan. Banyak wanita yang merasa keputihan yang dialaminya cukup mengganggu mulai dari cairan keputihan yang keluar dapat menimbulkan kesan tidak nyaman, celana dalam terasa lembab, basah, bau hingga menimbulkan rasa gatal di sekitar organ intim wanita. Biasanya, kadar candida meningkat pada saat kehamilan, namun belum diketahui mengapa infeksi jamur tersebut terjadi di vagina.

Ketika vagina terasa gatal, jangan menggaruk, menggosok, atau menambah tekanan ke daerah yang terasa gatal. Rasa gatal yang terus menerus digaruk bisa memicu iritasi dan menyebabkan vagina seperti rasa panas atau gatal berlebih. Anda juga harus menghindari kontak seksual sementara, terutama sampai Anda dapat menyembuhkan rasa gatal, karena ditakutkan ini gejala merupakan indikasi penyakit menular. Hindari penggunaan antiobiotik untuk mengatasi rasa gatal karena antibiotik umumnya bersifat membunuh semua jenis bakteri termasuk bakteri baik yang hidup di vagina.

Untuk membersihkan area kewanitaan, cukup gunakan air bersih. Setelah buang air besar, bersihkan anus dari depan ke belakang guna mencegah perpindahan bakteri dari anus. Penggunaan tisu toilet setelah buang air kecil juga sebaiknya diusapkan dari arah vagina ke anus.

Segera periksa ke dokter terutama jika gatal pada vagina disertai gejala :

  • Vagina mengeluarkan cairan yang tidak normal.
  • Luka seperti sariawan pada vulva.
  • Sulit buang air kecil atau terasa perih saat buang air.
  • Gejala-gejala tidak normal lain yang berlangsung lebih dari 1 minggu.
  • Gatal disertai pendarahan dan pembengkakan.

Mencegah gatal di vagina juga bisa dihindari dengan cara sesering mungkin mengganti pembalut ketika menstruasi. Ketika menstruasi, pastikan vagina tetap bersih dan gantilah pembalut setidaknya 3-4 jam sekali. Hal ini dikarenakan penggunaan pembalut dalam jangka waktu lebih dari 4-5 jam bisa memicu bakteri dan jamur. Anda juga tidak dianjurkan memakai pembalut berparfum.

Ketika selesai berolahraga atau melakukan aktivitas seharian di luar ruangan, usahakan untuk mengganti celana dalam. Gunakan celana jeans atau celana lainnya yang terbuat dari bahan katun yang mampu menyerap keringat dengan baik. Jangan mengenakan celana yang ketat karena hanya akan membuat rasa gerah, keringat menempel, serta organ di sekitar kewanitaan Anda menjadi lembab dan sirkulasi udara tidak lancar. Celana ketat hanya akan menekan otot-otot di sekitar vagina dan dapat mengganggu kesehatan organ reproduksi.

Sumber gambar : ouzenmart.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here