Cara Mengatasi Kejang pada Anak

SehatFresh.com – Anak, buah hati yang sangat berharga bagi para orang tua dan pasti akan melakukan apapun untuk anak tercinta. Namun para orang tua akan cemas ketika anaknya mengalami kejang. kejang atau step terjadi pada anak yang daya tahan tubuhnya menurun dqan jika itu terjadi, maka akan rentan terserang penyakit. Saat anak terserang penyakit, maka sistem imun pada tubuhnya akan melakukan perlawanan dan mengakibatkan suhu tubuh menjadi meningkat.

Toleransi ada setiap anak terhadap meningkatnya suhu tubuh sangat bervariasi. Anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38º C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39º C atau lebih.

Saat suhu tubuh meningkat maka oksigen akan mudah menguap. Hal ini akan membuat anak mengalami kesulitan dalam bernafas sehingga asupan oksigen ke otak terhambat. Minimnya oksigen ke otak membuatnya bekerja tidak sempurna sehingga mengalami konslet atau kejang.

Pada umumnya, anak yang kejang demam mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Hilang kesadaran dan berkeringat.
  • Tangan dan kaki kejang.
  • Demam tinggi.
  • Terkadang keluar busa dari mulutnya atau muntah.
  • Matanya terkadang juga akan terbalik.
  • Setelah reda, dia akan terlihat mengantuk dan tertidur.

Gejala-gejala kejang demam pada anak beragam, mulai dari yang ringan, seperti menatap dengan melotot, hingga yang berat, seperti tubuh yang bergetar parah atau otot-otot menjadi kencang dan kaku. Berdasarkan durasinya, kejang demam dikategorikan sebagai berikut:

  • Kejang demam sederhana: paling umum terjadi, dengan durasi kejang beberapa detik hingga kurang dari 15 menit. Kejang yang terjadi pada seluruh bagian tubuh ini tidak akan terulang dalam periode 24 jam.
  • Kejang demam kompleks: terjadi lebih dari 15 menit pada salah satu bagian tubuh dan dapat terulang dalam 24 jam.

Jika anak Anda mengalami kejang, usahakan untuk tidak panik dan gunakan cara berikut:

  1. Jangan Panik, pindahkan anak ke tempat yang aman seperti kasur dan lantai, jauhkan dari benda-benda berbahaya.
  2. Segera longgarkan pakaiannya dan lepas semua yang menghambat saluran pernapasan anak.
  3. Miringkan tubuhnya, karena umumnya akan mengeluarkan air liur dari mulut yang diakibatkan produksi air liur berlebih, sebab syaraf yang mengatur kelenjar air liur tidak terkontrol. Hal ini bertujuan agar cairan langsung keluar sehingga tidak menggenang di mulut dan menghambat saluran pernapasan.
  4. Kompres dengan kain yang telah direndam dengan air hangat dan hindari menggunakan air dingin apalagi air es karena dapat menyebabkan benturan akibat perbedaan suhu yang signifikan dan tentunya ini tidak baik.
  5. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak selama kejang berlangsung termasuk memberinya obat-obatan.
  6. Gunakan obat penghilang kejang yang disarankan oleh dokter. Obat ini diberikan kepada anak melalui anus. Obat penghilang kejang yang beredar di pasaran adalah Stesolid.
  7. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat. Hal ini bertujuan agar otak tidak terlalu lama tidak mendapat oksigen karena dapat mengganggu otak anak.

Kejang pada anak harus dapat diatasi dengan cara di atas. Dan yang tepenting jangan panik dalam mengantisipasi anak yang sedang kejang.

Sumber gambar :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY