Cara Mengatasi Mimisan pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Masa kehamilan adalah masa yang sangat rentan seseorang ibu hamil mengalami berbagai macam keluhan, seperti merasa mual, pusing bahkan lainnya dan memiliki perubahan pada tubuhnya. Bukan hanya itu terkadang ibu hamil juga mengalami mimisan atau keluarnya darah dari hidung (epistaksis). Bahkan saat hamil juga memiliki berbagai macam risiko terjadinya akan lebih besar. Sekitar satu dari lima wanita hamil pada trimester pertama berlanjut sampai trimester kedua dan ketiga pada masa kehamilan. Mimisan ini sering terjadi pada kehamilan kemudian akan menghilang sendiri setelah melahirkan.

Mengapa terjadi mimisan pada ibu hamil? Nah ketika wanita mengandung pembuluh darah dihidung akan membesar. Suplai darahpun menjadi semakin meningkat sehingga menambah tekanan pembuluh-pembuluh darah yang halus. Akibatnya seluruh hidung dan saluran napas menjadi bengkak dan suplai pembuluh darah pun menjadi mudah pecah. Sehingga ibu hamil mengalami mimisan. Mimisan saat hamil memang sering terjadi. Apa lagi ketika ibu hamil terserang pilek, sinus atau alergi. Maka selaput didalam hidung kering karena cuaca dingin atau berada diruangan ber AC.

Mimisan saat kehamilan umumnya tidaklah berbahaya tetapi jika sesekali terjadi dan sangat jarang memengaruhi saat anda nantinya melahirkan. Namun, jika di trimester terakhir anda mengalami mimisan sangat parah, anda segera konsultasikan pada doketer, hal tersebut adanya kemungkinan dokter akan menyarankan untuk melahirkan dengan melalui operasi caesar. Ada satu penelitian yang mengungkapkan bahwa dari 10 ibu hamil yang mengalami mimisan akan berisiko mengalami pendarahan berat setelah masa persalinan. Tetapi anda tidak perlu khawatir karena studi tersebut masih membutuhkan penelitian dan bukti lebih lanjut.

Ada beberapa cara untuk mengatasi ketika ibu hamil mengalami mimisan seperti :

  1. Saat anda mimisan jangan panik coba anda duduk dan arahkan kepala anda kedepan, dan tekanlah kedua cuping hidung selama 5 sampai 10 menit. Lalu ambillah napas melalui mulut. Jangan sesekali anda berbaring atau mendonggakkan kepala ke atas karena darah dihidung dapat tertelan hingga menyebabkan anda muntah.
  2. Jagalah hidrasi dan kelembaban hidung, dan minumlah sebanyak banyaknya air mineral untuk menghindari kondisi dehidrasi. Jika diperlukan anda dapat menggunakan cairan tetes hidung untuk menjaga kelembaban.
  3. Anda juga menlakukan pengompresan pada hidung dengan es untuk membuat pembuluh darah disekitar hidung mengerut agar bisa menghentikan pendarahan.
  4. Dan jika pendarahan tidak terhenti juga selama 10 menit hidung dipencet atau di kompres dengan es dan ulangi lagi terus sampai 10 menit selama anda tidak mengalami pendarahan yang berat.
  5. Bila mimisan sudah terhenti, hindari mendengus atau bersin terlalu keras karena hal ini dapat mengakibatkan gumpalan darah yang sudah terbentuk terlepas lagi. Dalam waktu 24 jam setelah mimisan. Dan hindarilah membungkuk dan melakukan aktivitas yang berlebihan terlebih dahulu.

Namun, jika mimisan anda tidak berhenti bahkan setelah anda memencet hidung selama 20 menit, jangan ragu untuk segera mendapatkan bantuan medis dengan mendatangi unit gawat darurat terdekat. Begitu pula jika darah tidak hanya keluar dari hidung, tapi juga dari dari mulut anda. Segera harus ditangani sebelum risiko buruk terjadi. (NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here