Cara Mengatasi Nyeri Saat Menstruasi

0
110

SehatFresh.com – Saat menstruasi, wanita seringkali merasakan rasa nyeri di sekitar vagina dan perut bagian bawah. Nyeri tersebut dikenal dengan istilah dismenoreaa (dysmenorrhea). Nyeri perut saat menstruasi sebenarnya wajar dialami wanita. Bahkan lebih dari 50% wanita yang sudah menstruasi selalu mengalaminya setiap kali dating bulan. Tidak jarang dismenoreaa memaksa penderitanya untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari  dalam beberapa jam atau beberapa hari.

Sebagian besar wanita mengalami dismenorea di awal datangnya setiap periode menstruasi. Selama periode menstruasi, uterus (rahim) mengalami kontraksi. Otot-otot pada rahim akan berkontraksi pada saat prostaglandin dihasilkan. Prostaglandin adalah zat kimia yang dihasilkan oleh dinding uterus. Prostaglandin berfungsi merangsang kontraksi ritmik ringan dari lapisan otot polos uterus. Kontraksi ini membantu mengeluarkan darah menstruasi dari rongga uterus melalui vagina sebagai darah menstruasi. Sesaat sebelum terjadinya menstruasi, kadar prostaglandin akan meningkat hingga saat awal menstruasi. Ketika menstruasi berlangsung, kadar prostaglandin kemudian akan menurun. Hal inilah yang menyebabkan nyeri menstruasi cenderung mereda setelah beberapa hari pertama menstruasi.

Nyeri menstruasi yang terjadi normal karena kadar prostaglandin secara alamiah dikenal sebagai dismenoreaa primer. Sedangkan nyeri menstruasi yang disebabkan oleh gangguan reproduksi tertentu seperti endometriosis atau fibroid, dikenal sebagai dismenoreaa sekunder. Penderita dismenorea primer tidak memiliki masalah ginekologis yang mendasari dan biasanya terjadi pada wanita muda yang baru saja mengalami periode menstruasi beberapa bulan atau tahun yang lalu. Dismenorea sekunder biasanya terjadi pada orang-orang dengan kondisi ginekologis yang mendasari, seperti endometriosis, fibroid uterus dan penyakir radang panggul.

Gejala umum yang dirasakan oleh wanita pada saat mengalami dismenoreaa adalah nyeri pada perut bagian bawah yang mungkin menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Bahkan pada beberapa kasus, rasa nyeri mungkin disertai  sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering buang air kecil. Dismenoreaa juga seringkali didahului oleh gejala sindrom pramenstruasi yang muncul antara 7-14 hari sebelum menstruasi dimulai. Gejala-gejala tersebut meliputi perubahan emosi, gangguan tidur, mengidam makanan dan perubahan mood yang cepat. Gejala fisik dari sindrom premenstrual adalah payudara yang terasa sakit dan membengkak, sakit kepala, sakit pinggang dan masalah kulit seperti jerawat.

Jika Anda mengalami nyeri menstruasi, segera periksa ke dokter untuk menentukan apa yang menjadi pemicu nyeri tersebut. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan panggul, tes darah dan urin bahkan USG. Nyeri menstruasi dapat diatasi dengan obat anti-nyeri (analgetik) seperti aspirin. Beberapa dokter mungkin meresepkan obat hormonal untuk meredakan gejala. Sedangkan penanganan untuk dismenorea sekunder akan sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk meredakan rasa nyeri saat menstruasi, diantaranya adalah dengan olahraga ringan. Melakukan olahraga ringan seperti peregangan dan jalan kaki untuk memperlancar aliran darah pada otot sekitar rahim. Cara sederhana lainnya yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang terjadi pada saat datang bulan adalah dengan menerapkan kompres hangat pada bagian perut. Anda dapat memasukkan air panas ke dalam botol dan membungkus botol tersebut dengan kain sebelum ditempelkan pada perut. Jika rasa nyeri dapat dihilangkan dengan cara sederhana, maka hal itu jauh lebih baik dibandingkan dengan cara penggunaan obat-obatan karena obat-obatan dapat menimbulkan efek ketergantungan dan efek samping yang tidak diinginkan.

Sumber gambar : ayysa.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY