Cara Mengatasi Rasa Sakit saat Berhubungan Seks Setelah Melahirkan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak dipungkiri jika setelah melahirkan, wanita setidaknya membutuhkan waktu 3 hingga 6 bulan untuk bisa kembali melakukan aktivitas seksual. Hal tersebut diakibatkan organ intim wanita membutuhkan masa penyembuhan setelah melahirkan, sekaligus peralihan ke bentuk normal.

Tidak sedikit wanita yang khawatir saat ingin melakukan hubungan intim setelah melahirkan. Rasa khawatir tersebut muncul karena rasa sakit yang mungkin saja terjadi. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasi rasa sakit saat berhubungan seksual setelah melahirkan

Hubungan seksual setelah mendapat izin dari dokter kandungan

Suami istri memerlukan persetujuan dari dokter kandungan, sebelum kembali menjalani aktivitas seksual setelah melahirkan. Khususnya jika melahirkan dilakukan secara normal melalui vagina. Pasalnya hubungan seksual sebelum 4 minggu masa persalinan, berpotensi merusak jahitan vagina dan mengakibatkan infeksi.

Sementara itu apabila proses kelahiran dengan operasi caesar, tunggu sampai sayatan di perut benar-benar pulih. Menjalani aktivitas seksual saat tubuh belum fit hanya akan membuat wanita merasakan rasa sakit. Suami harus benar-benar menyadari kondisi istri dengan sebaik-baiknya.

Awali hubungan seks dengan pemanasan yang cukup

Tidak dipungkiri jika setiap pasangan pasti akan bersemangat dalam melakukan aktivitas seks, setelah vakum sekian lama. Namun jangan lupakan pemanasan atau foreplay, karena dapat meningkatkan keintiman sekaligus menambah pelumasan pada vagina. Dengan demikian aktivitas seks tidak menimbulkan rasa sakit bagi istri.

Jika diperlukan, gunakan pelumasan

Setelah kondisi istri semakin membaik pasca proses persalinan, pelumas mungkin saja diperlukan untuk memulai aktivitas seksual. Pelumas bisa membantu dalam melicinkan vagina, sehingga mengurangi rasa sakit ketika penetrasi.

Jangan lupakan alat kontrol kehamilan

Alat kontrol kehamilan perlu digunakan kembali untuk mencegah kehamilan, kecuali jika suami istri ingin segera mempunyai anak lagi. Di satu sisi ahli medis akan memberikan arahan kepada suami istri untuk menggunakan alat kontrol kehamilan, yang tidak memberikan pengaruh pada aktivitas ibu ketika menyusui.

Misalnya saja pil yang hanya mengandung progestin, sehingga tidak mengandung estrogen. Namun jika istri tidak menyusui, maka metode hormonal seperti cicin atau pil bisa bekerja lebih baik. Konsultasikan lebih lanjut dengan ahli medis sebelum memakai alat kontrol kehamilan.

Perlu memilih posisi yang tepat ketika berhubungan intim

Lakukan berbagai eksperimen dalam menemukan posisi seks yang sesuai, sehingga tidak memberikan rasa sakit pada jahitan vagina. Tentukan juga posisi yang bisa memberikan kontrol pada kedalaman penetrasi. Posisi istri di atas bisa menjadi alternatif pilihan untuk kembali melakukan aktivitas seksual setelah melahirkan.

Perlu menghindari rangsangan pada payudara

Seperti yang diketahui jika jumlah ASI yang dikeluarkan payudara akan banyak pasca melahirkan. Kondisi ini mungkin membuat suami merasa risih ketika melakukan aktivitas seks. Solusinya suami bisa menghindari rangsangan di payudara, karena masih banyak titik-titik lain yang dapat membangkitkan gairah. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY