Cara Mengatasi Wanita Alergi Terhadap Sperma

SehatFresh.com – Alergi makanan atau alergi debu sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Tapi, pernahkah Anda mendengar tentang alergi sperma? Wanita bisa alergi terhadap sperma pria dan tentu saja ini bisa sangat mengganggu kualitas seksual. Bahkan, beberapa pria juga alergi terhadap spermanya sendiri. Pada dasarnya, yang menjadi penyebab alergi bukan sperma melainkan plasma atau cairan yang mengangkut sperma.

Alergi sperma disebabkan oleh reaksi alergi terhadap protein tertentu yang terkandung dalam air mani. Alergi sperma yang juga disebut seminal plasma hypersensitivity atau alergi semen, merupakan jenis alergi terhadap komponen sperma tertentu, yaitu prostate specific antigen (PSA). Protein lainnya juga bisa menjadi penyebab alergi, tapi PSA adalah yang utama.

Alergi sperma mungkin ditemukan ketika wanita pertama kali melakukan hubungan seks, tapi terkadang terjadi setelah seorang wanita memiliki pasangan seksual lain. Alergi sperma juga dapat terjadi dengan satu pasangan tapi tidak dengan pasangan lainnya. Di sisi lain, alergi sperma juga bisa terjadi tiba-tiba dengan pasangan seks lama.

Tanda dan gejala alergi sperma meliputi kemerahan dan sensasi terbakar pada area kulit yang terkena sperma, biasanya di area genital luar. Beberapa wanita mungkin mengalami respon sistemik, seperti gatal-gatal dan kesulitan bernapas. Gejala biasanya muncul sekitar 10-30 menit setelah bersentuhan dengan air mani.

Tidak hanya terbatas pada area vagina, gejala juga bisa muncul di setiap area yang bersentuhan dengan air mani, seperti kulit atau mulut. Gejala dapat berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksa ke dokter. Dokter dapat membantu menentukan apakah Anda memiliki alergi sperma melalui tes alergi.

Alergi sperma sering salah didiagnosis sebagai vaginitis (radang vagina), infeksi jamur, atau penyakit menular seksual (PMS) seperti herpes genital. Penggunaan kondom bisa membantu menentukan diagnosis. Jika memang memiliki alergi sperma, Anda seharusnya tidak mengalami gejala apa pun ketika melakukan hubungan seksual menggunakan kondom. Reaksi alergi hanya muncul saat Anda berhubungan seks tanpa pelindung.

Alergi sperma membuat frustasi banyak pasangan serta dapat memperumit masalah bagi pasangan yang mendambakan keturunan, mengingat wanita yang alergi terhadap sperma tidak memungkinkan hubungan seks tanpa kondom. Namun, ada cara untuk hamil meskipun memiliki alergi sperma. Alergi tidak mempengaruhi kesuburan dan kehamilan dapat dicapai melalui inseminasi buatan atau fertilisasi in vitro.

Terdapat berbagai metode perawatan untuk mengatasi alergi sperma. Apa yang sesuai utnuk Anda bergantung pada seberapa parah gejala yang dialami dan apakah ada keinginan untuk memiliki momongan. Beberapa pilihan untuk mengatasi alergi sperma meliputi:

  • Desensitisasi. Metode ini bertujuan untuk membangun toleransi terhadap sperma dan komponen pengangkutnya (air mani). Anda mungkin akan diberi paparan air mani yang jumlahnya ditingkatkan secara bertahap sehingga perlahan Anda menjadi terbiasa dan tidak menimbulkan reaksi alergi. Perawatan untuk mengurangi sensitivitas reaksi alergi ini memungkinkan Anda bisa hamil secara alami.
  • Menghindari paparan air mani. Cara lain untuk mengatasi alergi sperma ialah dengan memastikan tidak ada kontak dengan air mani. Pasangan biasanya disarankan untuk menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks. Cara lainnya adalah dengan coitus interruptus, di mana pria mencabut penisnya dari vagina sebelum mengeluarkan cairan

Sebagai langkah antisipasi, banyak wanita dengan alergi sperma diresepkan suntik epinefrin, guna mencegah reaksi alergi parah yang mengancam nyawa, yaitu anafilaksis.

Sumber gambar : www.sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY