Cara Mengatur Aktivitas Seksual saat Bulan Ramadhan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kedatangan bulan ramadhan bagi para umat islam merupakan nikmat yang patut disyukuri, pasalnya bulan ramadhan merupakan bulan yang apabila kita melakukan suatu amal perbuatan maka amalan tersebut akan dilipatgandakan pahalanya. Setiap umat islam pada bulan ramadhan berkewajiban menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Syarat-syarat berpuasa yang telah ditentukan yakni dengan menahan diri dari rasa lapar dan haus dari mulai terbit hingga tenggelamnya matahari serta dengan menahan hawa nafsu amarah dan nafsu seksual.

Berbicara tentang seksualitas, terdapat aturan yang ada di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 187 yang isinya menjelaskan bahwa dilarangnya hubungan seksual bagi para pasangan selama berpuasa. Selama berpuasa di sini dapat ditafsirkan dari mulai terbit hingga tenggelamnya matahari artinya boleh saja melakukan hubungan seksual jika sudah tiba waktu berbuka. Pasangan suami istri masih diperbolehkan untuk berhubungan intim, hanya saja waktunya dibatasi karena di bulan ramadhan para umat islam seharusnya mempergunakan waktu yang ada untuk memperbanyak amalan.

Perlu Anda ketahui bahwa melakukan hubungan seksual di bulan ramadhan butuh cara agar dapat tetap dilakukan tetapi tidak melanggar aturan yang ada. Berikut ini adalah tips mengatur aktivitas seksual selama bulan ramadhan:

  1. Menahan hawa nafsu hingga waktu berbuka

Selama berpuasa, pasangan suami istri tetap bisa melakukan hubungan seksual demi menjaga keharmonisasian rumah tangga. Sebelum waktu berbuka sebaiknya pasangan suami istri dapat menahan hawa nafsu untuk aktivitas seksualnya pada siang hari.

  1. Mengisi waktu untuk beribadah

Cobalah untuk melakukan aktivitas yang tujuannya untuk memperbanyak ibadah di bulan ramadhan. Menyibukkan diri dengan beribadah dimungkinkan dapat menekan hawa nafsu untuk aktivitas seksual saat berpuasa.

  1. Atur waktu

Waktu dari berbuka hingga sahur tiba dapat dimanfaatkan pasangan suami istri untuk melakukan aktivitas seksual. Waktu yang baik yakni 2 jam setelah berbuka puasa, dan sesaat sebelum waktu sahur. Alasan mengapa aktivitas seksual dilakukan 2 jam setelah berbuka adalah karena umat islam seharusnya menunaikan ibadah sholat sunnah taraweh, dan alasan yang kedua adalah waktu 2 jam cukup untuk mencerna makanan. Jadi proses pencernaan dan organ tubuh lain dalam kondisi yang baik.

  1. Istirahat yang cukup

Bulan puasa atau bulan ramadhan tidak melulu diidentikkan dengan kegiatan yang padat, manusia perlu untuk beristirahat. Begitupula saat bulan ramadhan tiba, agar aktivitas seksual tetap terjaga di maam hari, sebaiknya istirahat yang cukup untuk menyiapkan stamina yang prima.

Ketahuilah bahwa mengatur aktivitas seksual merupakan suatu proses yang harus diciptakan dengan kesabaran. Kita perlu memahami makna sesungguhnya dari datangnya bulan ramadhan, karena kita tidak dapat menciptakan bulan yang setara dengan bulan ramadhan. Kebutuhan seksual memang harus dipenuhi, namun hal tersebut bukanlah segalanya bagi kehidupan. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here