Cara Mengenal Perilaku Self Injury atau Melukai Diri Sendiri

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com Self Injury merupakan tindakan melukai diri sendiri dengan benda tajam seperti silet. Tindakan ini dilakukan untuk melepaskan emosi yang sudah tidak bisa dikontrol lagi. Banyak remaja yang ditemukan melakukan tindakan self injury, alasannya karena remaja memiliki emosi yang masih sangat labil.

Bagaimana Mengenali Perilaku Self Injury?

Self Injury merupakan kondisi psikologis seseorang yang mengalami kelainan dengan cara mengiris, melukai, membakar, atau pun menggores tubuh diri sendiri. Bahkan pada tingkat yang sudah parah, seseorang bisa jadi meminum racun dan mematahkan tulangnya sendiri. Beberapa cara mengenali perilaku self injury sebagai berikut:

  1. Biasanya self injury dilakukan oleh remaja yang memiliki luka batin secara mendalam, emosi yang sering tidak terkendali, dan selalu merasa kesepian. Seorang penderita akan merasa lebih lega jika sudah menyakiti diri sendiri.
  2. Sering kedapatan sedang memukuli diri sendiri karena tindakan self injury biasanya akan membuat seseorang cenderung merasa ketagihan.
  3. Self Injury dilakukan untuk meluapkan emosi dan mengurangi ketegangan dalam diri. Jadi berbeda dengan bunuh diri, sebab penderita tidak sampai ingin membunuh diri pada awalnya. Hanya mereka selalu menghukum diri sendiri.

Mengapa Remaja Melakukan Self Injury?

Self Injury dilakukan oleh beberapa faktor pemicu, diantara lain sebagai berikut:

  1. Adanya keputusasaan yang sangat mendalam sehingga mengalami kebingungan dalam mencari pertolongan.
  2. Adanya kemarahan tidak terkendali, sehingga dengan melukai diri sendiri, penderita bisa merasakan lebih lega.
  3. Pernah melakukan kesalahan dan ingin menghukum diri sendiri.
  4. Merasa terasing dari dunia sehingga merasa tersakiti. Hal ini bisa dipicu karena adanya tindak pelecehan.

Ada beberapa tipe Self Injury yang diderita oleh seseorang ialah sebagai berikut:

  1. Major Self Mutilation

Tindakan melukai diri sehingga terjadi kerusakan organ tubuh, yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

  1. Streotypic Self Injury

Tindakan melukai diri sendiri yang terus dilakukan dengan cara mengiris tangan, menggedorkan kepala, memukul tubuh hingga lebam. Penderita tipe ini biasanya mengalami gangguan syaraf autism atau tourette syndrome.

  1. Superficial Self Mutilation

Superficial Self Mutilation terbagi ke dalam 3 subtipe seperti kompulsif, repetitif, dan episodik. tipe dilakukan bukan untuk melakukan pelepasan tapi untuk kompulsi. Sedangkan pada Repetitif, self-injury merupakan bagian krusial kepribadian pelaku. Episodik merupakan tindakan self-injury yang muncul pada waktu tertentu.

Pertolongan yang dapat diberikan kepada para penderita self injury, ialah dengan mendengarkan berkeluh kesah dan cerita penderitanya. Penolong bisa membantu penderita keluar dari masalah yang dihadapi. Bisa juga dilakukan dengan cara terapis atau professional untuk menyembuhkan kejiwaan penderitanya. Demikian informasi mengenai cara mengenal perilaku self injury. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here