Cara Mengetahui Anak yang Sudah Siap Menjalani Toilet Training

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mengajari anak Anda untuk memakai toilet sendiri (toilet training) merupakan hal yang sangatlah penting. Karena dengan Anda mengajari sang anak belajar memakai toilet sendiri, itu artinya anda tak perlu lagi kerepotan mengganti popok anak anda ketika anda sedang sibuk melakukan aktivitas rumah tangga lainnya. Selain meringankan beban Anda, kemampuan memakai toilet sendiri (toilet training) juga bermanfaat bagi anak pada masa mendatang dalam kehidupannya.

Namun, perlu digaris bawahi sebelum memutuskan untuk memberikan toilet training, Anda harus mengetahui kesiapan anak Anda.

Toilet training merupakan proses ketika anak belajar untuk buang air kecil atau buang air besar di toilet selayaknya orang dewasa. Dalam tahap ini, anak diajari untuk tidak lagi mengeluarkan air seni atau tinjanya pada popok. Kemampuan memakai toilet sendiri ini juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah pertumbuhan sang anak normal atau tidak.

Cara Mengetahui Anak Sudah Siap Jalani Toilet Training

Masing-masing anak memiliki perkembangan berbeda-beda, termasuk kemampuannya untuk memulai belajar memakai toilet sendiri. Umumnya, anak siap untuk melakukan toilet training ketika berusia 1,5 tahun. Namun, pada kebanyakan anak biasanya baru siap memulainya pada saat usia memasuki 1 tahun 10 bulan hingga 2 tahun 6 bulan. Pada umumnya, anak sudah bisa memakai toilet sendiri dengan sempurna sekitar usia 3 tahun.

Untuk mengetahui tanda jika anak siap untuk diberikan toilet training adalah dengan melihat kesiapan fisik dan kemampuan emosionalnya. Tanda-tanda anak siap secara fisik untuk menjalani toilet training adalah ketika anak mampu mengontrol keinginan untuk buang air kecil atau besar. Hal ini jarang terjadi sebelum anak berusia 1 tahun 6 bulan. Anda dapat mengetahui kesiapan fisik ini jika:

  • Kondisi popok kering saat bangun tidur atau setelah dua jam pemakaian.
  • Anak memperlihatkan ekspresi wajah ketika menahan buang air kecil atau besar.
  • Buang air besar terjadi pada waktu yang sama setiap harinya atau pada waktu yang tidak bisa diprediksi.
  • Tidak buang air besar di popok saat malam hari.
  • Anak mampu melepas dan memakai pakaiannya sendiri serta mampu berkomunikasi dengan Anda tentang keiningannya untuk memakai toilet sendiri.

Berbeda dengan kesiapan fisik, kesiapan secara emosional anak untuk melakukan toilet training butuh waktu yang cukup lama. Berikut ini adalah tanda-tanda anak Anda sudah mencapai kesiapan emosional untk melakukan toilet training.

  • Anak lebih memilih memakai celana dalam ketimbang popok.
  • Anak akan memberitahu Anda apabila popoknya kotor dan meminta untuk diganti dengan yang baru.
  • Anak akan menunjukkan ketertarikannya untuk ikut dengan anda ketika Anda memakai kamar mandi.
  • Anaka akan bersemangat mengikuti semua proses toilet training.

Perlu diketahui, kendati telah menunjukkan kesiapan fisik dan emosional, bukan berarti anak anda siap diberi toilet training. Ada sebagian anak yang belum siap melakukan toilet training, terutama jika sang anak berada pada tahap ketika kata tidak menjadi respons utamanya untuk menjawab setiap permintaan. Langkah terbaik yang bisa anda lakukan adalah dengan berkonsultasi dengan dokter atau berbagi pengalaman dengan orang tua lainnya yang pernah mengalami proses toilet training kepada anaknya. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here