Cara Menghadapi Mom Shamming

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak ibu muda yang mendapatkan komentar atau kritik dari orang lain mengenai caranya mendidik dan membesarkan anak. Mungkin bagi pihak yang memberikan komentar atau pertanyaan, terlihat biasa saja. Padahal, ketika seseorang mendapatkan perlakuan seperti itu atau disebut mom shaming dari orang lain bisa berdampak buruk.

Bagaimana Menghadapi Mom Shamming?

  1. Bersikap legowo alias tenang meskipun sebelumnya tak pernah dikritik atau menjadi korban mom-shaming. Selalu persiapkan mental seakan kita sudah pernah menjadi korban mom-shaming.
  2. Memahami bahwa menilai dan mengkritik membuat sebagian orang merasa lebih baik. Misalnya jika pelakunya adalah anggota keluarga sendiri, mungkin mereka ingin terlibat dalam pengasuhan anak.
  3. Tetap perhatikan para mom-shamers yang merasa tahu segalanya dan mengirimkan informasi hanya untuk mendengar dirinya berbicara.
  4. Mom-shaming biasanya dilakukan seseorang karena ingin menutupi rasa nggak nyaman atau rasa bersalah saat mereka mengasuh anak dengan cara yang berbeda. Jadi, nggak perlu ambil pusing ketika Bunda mengalami mom-shaming yang dilakukan orang-orang seperti ini ya.
  5. Menerima Kenyataan. Menerima kenyataan bukan berarti membenarkan apa yang dikatakan orang mengenai Anda. Melainkan dengan menerima kenyataan bahwa Mom shaming merupakan hal yang mungkin akan Moms alami, sehingga tidak akan terkejut sewaktu hal tersebut terjadi.
  6. Memahami Orang Lain. Pahami bahwa menilai dan mengkritik membuat sebagian orang merasa lebih baik. Dengan demikian Moms akan merasa lebih cuek dalam mendengarkannya. Tetap perhatikan saja para kritikus yang mengatakan informasi hanya untuk mendengar diri mereka berbicara.
  7. Bersikap Tenang. Gunakan rasa humor Moms sebagai senjata melawan penilaian. Apa yang dikatakan oleh para kritikus Anda mungkin akan menjadi bahan tertawaan dalam satu atau dua tahun.
  8. Jangan Biarkan Diri Terpengaruh. Jangan terpengaruh oleh teman-teman yang dalam mengasuh terlihat mulus dan mudah, karena mungkin saja banyak yang mereka tutupi dari hal tersebut.
  9. Acuhkan Mereka yang Tidak Mengerti. Bila bukan anggota keluarga dekat mungkin tidak mengetahui riwayat Moms atau mengapa. Misalnya, Mom tidak menyusui atau memiliki lebih banyak anak atau mengapa memilih mendisiplin anak-anak dengan cara Moms. Acuhkan saja mereka yang tak mengerti.
  10. Percaya Diri. Moms memahami Si Kecil lebih baik daripada orang lain. Percaya diri tentang apa yang Moms yakini paling baik untuk Si Kecil dan diri sendiri, sehingga bukan apa yang dipercayai orang lain.
  11. Keluar Dari Lingkungan Tersebut. Bila hal tersebut terjadi pada lingkungan Moms sehari-hari, seperti di sekolah Si Kecil atau bahkan lingkar pertemanan Moms sendiri maka sebaiknya keluarlah dari sana.

Demikian informasi mengenai mom shamming yang perlu menjadi perhatian bagi setiap ibu sehingga tidak. (MLS)


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here