Cara Menghadapi Pengidap Kelainan Seksual Sadisme

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetik.

Salah satu penyimpangan seksual yang akan kita bahas dalam artikel ini adalah sexual sadism disorder atau yang biasa disebut dengan gangguan sadisme seksual. Sebuah gangguan seksual dimana kenikmatan seksualnya diperoleh dengan cara menyakiti pasangan.

Gangguan sadisme seksual adalah salah satu jenis dari Paraphilia. Dalam DSM-IV-TR, Parafilia merupakan sekelompok gangguan yang mencakup ketertarikan seksual terhadap objek yang tidak wajar atau aktivitas seksual yang tidak pada umumnya. Gangguan sadisme seksual adalah gangguan algolagnic tertentu dimana gairah seksual terjadi dari penderitaan fisik atau psikologis individu lain.

Istilah sadisme seksual (sexual sadism) berasal dari nama Marquis de Sade (1740-1814), seorang bangsawan sekaligus tentara berkebangsaan Prancis pada abad ke-18 yang terkenal. Dalam tulisannya ia menggambarkan seorang tokoh yang memperoleh kepuasan seks dengan cara menyiksa pasangannya dengan kejam. Gangguan sadisme seksual mencapai stimulasi dan pemuasan seksual dengan menimbulkan penderitaan fisik atau psikis pada pasangan seksualnya. Seorang sadisme akan memperoleh kepuasan seksual melalui jeritan dan teriakan pasangannya yang menderita karena siksaan fisik yang dilakukannya selama berhubungan seksual.

Gangguan ini mulai muncul di masa dewasa awal. Disebutkan kriteria sadisme dalam DSM IV TR yaitu berulang, intens, terjadi selama periode minimal 6 bulan, fantasi, dorongan, perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan tindakan (bukan fantasi) mempermalukan atau menyebabkan penderitaan fisik pada orang lain, menyebabkan distress pada orang yang bersangkutan dalam fungsi sosial atau pekerjaan atau orang tersebut bertindak berdasarkan dorongannya pada orang lain yang tidak menghendakinya.

Penyiksaan yang dilakukan penderita gangguan bisa secara fisik (penganiayaan seperti memukul, membakar, menendang, mencambuk, menggigit, mencakari, menusuk dengan benda tajam, juga berkeinginan untuk bisa mengencingi dan juga membuang air besar) bisa juga secara psikis (menghina, atau memaki-maki).

Penyembuhannya mulai dari merubah pola gairah seks yang tidak umum menjadi lebih wajar dan lebih diterima masyarakat. Dengan diberi bekal ketrampilan bermasyarakat diharapkan pasien dapat membangun cara yang lebih positif dalam berinteraksi.

Selanjutnya dilakukan terapi wicara yang diharapkan bisa membantu pasien lebih terbuka terhadap orang lain karena dengan begitu bisa ditentukan apakah terapi obat-obatan perlu diterapkan. Jika ditengarai seorang pengidap pernah menyakiti orang lain pemberian hormon perempuan atau obat antiandrogen diharapkan dapat mengurangi jumlah testosteron. Penggunaan obat antidepresi juga terbukti ampuh dalam menangani kelainan seks ini.

Pengidap kelainan seks sadisme ini ladies, bisa dibantu dengan penanganan dari tangan ahli yang berpengalaman. Penyembuhan bisa diawali dengan mendatangi terapis yang biasa menangani kelainan seks sadisme ini dan atau mendatangi institusi yang menangani kecanduan seks.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY