Cara Menghadapi Remaja yang Anti Sosial

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menjadi seorang remaja adalah satu proses pendewasaan diri. Para fase ini, biasanya seseorang akan menjadi aktif dan memiliki rasa penasaran tinggi. Selain itu, remaja biasanya membuka diri dengan bergau dan remaja yang aktif biasanya akan bergaul dengan banyak orang. Tak hanya mereka yang berada di sekitarnya, tapi juga dengan orang-orang yang baru ia kenal baik di media sosial, di sebuah komunitas, organisasi, atau di dalam perjalanan ketika ia menuju suatu tempat.

Namun, ada beberapa remaja yang tidak mau membuka dirinya untuk bergaul dengan orang lain. Masyarakat biasa menyebut keadaan ini dengan anti sosial. Remaja seperti ini biasanya lebih memilih untuk berdiam diri dan tidak memiliki teman. Jika pun ia berteman, maka biasanya temannya hanya itu-itu saja, atau bisa dibilang tidak banyak. Selain itu, remaja yang memiliki sifat anti sosial juga menghindari kontak mata dengan orang lain, baik yang bertemu di jalan, atau dengan lawan bicaranya.

Remaja yang anti sosial juga tidak mau tampil di depan umum, merasa diperhatikan banyak orang, dan selalu terlihat gelisah. Selain itu, mereka yang menjadi anti sosial terkadang mengalami penurunan nilai di sekolahnya.

Mengenai hal ini, ternyata banyak fakor yang bisa membuat seorang remaja menjadi anti sosial. Pada umumnya, remaja yang memiliki orang tua dengan gangguan kekhawatiran tinggi mempunyai kemungkinan untuk mengalami anti sosial lebih besar dari remaja dengan orang tua normal. Sebab, dengan kekhawatiran oran tua yang cukup tinggi, bisa membuat sang remaja merasa terkekang dan tidak bisa atau tidak terbiasa bergaul.

Faktor temperamen saat anak-anak juga bisa menjadi salah satu faktor seorang remaja menjadi anti sosial, misalnya malu-malu, tidak suka bergaul, sensitif, dan mudah tersinggung menyebabkan pada saat remaja mereka memilih untuk menghindari komunitas sebagai bentuk pertahanan diri dari kekhawatiran yang berlebihan.

Selain faktor dari diri sendiri, faktor dari lingkungan juga bisa berpengaruh. Pengalaman kekerasan (baik seksual atau pun non-seksual), ditolak, terperangkap dalam kondisi panik atau ketakutan, dan pengalaman yang sangat memalukan (dicemooh di depan umum atau ditertawakan sekelompok orang) merupakan faktor yang dapat menyebabkan seseorang ketika menginjak usia remaja akan mengalami anti sosial.

Cara mengatasi remaja yang anti sosial bisa dengan melakukan pendekatan secara baik-baik. Ajak ia bicara, dan cari tau apa penyebab ia tidak mau bersosialisasi dengan orang lain. Anda juga bisa mengajaknya untuk berkenalan dengan teman terdekat Anda. Usahakan teman Anda tersebut juga bisa menjadi teman yang baik untuknya.

Selain itu, Anda juga bisa meminta bantuan kepada seorang psikolog atau orang yang lebih berpengalaman atas hal ini. Tak cukup sampai disini, Anda juga bisa membiasakan dirinya untuk mengobrol, berbagi cerita yang menarik dengannya. Hal ini dilakukan dengan hapan bahwa nanti ia akan terbiasa berbicara dengan orang lain.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY