Cara Mengobati Hipotiroid Kongenital pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hampir semua pasangan suami-istri menginginkan bayinya terlahir normal. Sayangnya, tidak semua hal yang diharapkan terealisasi. Bisa saja si buah hati mengalami gangguan tumbuh-kembang yang mengakibatkan berkurangnya kualitas hidup anak di kemudian hari. Salah satu penyebab keadaan ini adalah hipotiroid kongenital (HK).

Hipotiroid kongenital memiliki kaitan erat dengan kelenjar tiroid atau kelenjar gondok. Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang berbentuk seperti kupu-kupu. Letaknya pada bagian depan leher. Iodium merupakan unsur utama yang diperlukan untuk membuat hormon tiroid. Iodium adalah zat gizi mikro yang diperoleh tubuh kita dari makanan.

Hormon tiroid berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh, kerja jantung, perkembangan susunan syaraf pusat (otak), dan produksi panas tubuh. Singkatnya, hormon ini sangat penting peranannya pada bayi dan anak yang sedang tumbuh.

Istilah hipotiroid merujuk pada keadaan menurun atau tidak berfungsinya kelenjar tiroid. Bila terdapat sejak lahir, maka disebut hipotiroid kongenital.

Sebagian besar bayi terlihat normal pada minggu-minggu  pertama setelah kelahirannya. Dengan kata lain tanda atau gejala hipotiroid kongenital tak nampak. Hal ini karena selama dalam kandungan, calon bayi mendapatkan hormon tiroid dari ibunya melalui plasenta.

Gejala bayi yang mengalami hipotiroid kongenital mulai terlihat beberapa bulan kemudian. Bila ini terjadi, penanganan bisa jadi terlambat. Jika terlambat ditangani, maka gejala bayi yang mengalami hipotiroid kongenital akan makin terlihat seperti berikut ini:

  • Kurang aktif
  • Malas menyusui
  • Mengalami kuning (ikterus) yang lama
  • Tangan dan kaki kurang bergerak
  • Kulit kering dan burik
  • Perut buncit sering dengan pusat bodong
  • Lidah makin membesar sehingga minum sering tersedak
  • Mudah kedinginan

Tanpa pengobatan, gejala akan semakin terlihat seiring bertambahnya usia. Hambatan tumbuh-kembang pun makin nyata  seperti terlihat di bawah ini:

  • Tubuh pendek (cebol)
  • Bibir tebal
  • Hidung pesek
  • Muka sembab
  • Mental terbelakang
  • IQ dan EQ rendah
  • Kesulitan berkomunikasi

Hipotiroid pada bayi bisa bersifat permanen (menetap) atau sementara (transien). Bila tidak terdeteksi cepat, hipotiroid kongenital bisa menjalar ke otak penderita. Jika hal ini terjadi, perkembangan otaknya bisa telat dan berdampak permanen.

Oleh sebab itu, bayi yang sudah ditetapkan menderita HK, harus segera diberi  pengobatan. Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan pengganti hormon tiroid, yaitu berupa tablet tiroksin yang bisa dicampur ASI atau air dan diberikan satu kali sehari. Khasiat obat ini sama seperti hormon yang dihasilkan oleh kelenjar gondok. Tambah lagi, obat tiroksin mudah didapat dan harganya relatif terjangkau.

Pengobatan bisa berlangsung dalam waktu yang relatif lama karena anak-anak dengan hipotiroidisme kongenital harus dipantau secara klinis dan biokimia. Pemantauan dari dokter ahli pun tak boleh dilewatkan karena dosis obat yang digunakan dapat variatif seiring bertambahnya usia anak.

Selain pengobatan, langkah antisipatif bisa dilakukan sebagai deteksi dini hipotiroid kongenital. Langkah itu ialah melakukan skrining hipotiroid kongenital. Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi kelainan sedini mungkin sebelum anak berusia satu bulan. Pemeriksaan ini berguna untuk mencegah kerusakan otak yang permanen. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here