Cara Pencegahan Thalassemia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Thalassemia merupakan penyakit yang disebabkan oleh kelainan darah yang disebabkan oleh faktor keturuna atau genetik. Hal ini menyebabkan sel darah merah yang ada dalam tubuh tidak berfungsi sempurna. Jika tidak segera ditangani maka penyakit ini dapat membahayakan nyawa penderitanya.

Penyakit ini menjadi berbahaya, karena menyerang sumsum tulang belakang penderitanya, sehingga tidak mampu meregenerasi sel darah merah. Penderita thalasemia biasanya, mengalami penumpukan zat besi di organ-organ tubuhnya. Penumpukan zat besi ini disebabkan oleh sel darah merah yang rusak itu meninggalkan zat besi dalam tubuh.

Selain bisa menyerang tulang belakang, jika tidak segera ditangani, penyakit thalassemia ini juga dapat mengakibatkan gagal jantung, penyakit hati dan kerusakan pada organ tubuh. Kematian juga dapat terjadi jika penderitanya tidak segera ditangani.

Dalam kondisi normal, zat besi berguna untuk membentuk sel darah merah baru yang diproduksi oleh tubuh. Akan tetapi, karena pada tubuh penderitanya memperoleh suplai darah merah dari transfusi darah, maka terjadi penumpukan zat besi di hampir seluruh organ tubuh

Gejala yang biasa ditimbulkan oleh penyakit thalassemia  ini biasanya berbeda, tergantung seberapa parah penyakit ini diderita. Untuk penderita yang sudah cukup parah, transfusi darah akan sangat dibutuhkan. Namun, jika mutasi yang terjadi sedikit atau terbatas, maka gejala bisa lebih ringan. Gejala yang akan tibul adalah sebagai berikut:

  • Sesak napas,
  • Berat badan cenderung ringan,
  • Mudah lelah,
  • Warna kulit menjadi pucat,
  • Urine yang dihasilkan akan berwarna keruh,
  • Dan mengalami sakit kuning.

Penyakit ini tidak dapat dicegah karena merupakan penyakit turunan, yang bias dilakukan ialah mengecek hemoglobin yang dimiliki pasangan yang akan menikah, untuk mencegah anak mereka juga mengalami penyakit thalassemia ini.

Konsultasi genetik dapat dilakukan yang meliputi skrining pasangan yang akan kawin atau sudah kawin tetapi belum hamil. Pada pasangan yang berisiko tinggi diberikan informasi dan nasehat tentang keadaannya dan kemungkinan bila mempunyai anak. Hal ini dilakukan agar pasangan ini siap saat anak mereka mengalami penyakit yang sama  dan segera memberikan penaganan dengan bantuan tenaga medis

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY