Cara Tepat Bersihkan Telinga Bayi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sejumlah organ tubuh bayi masih sensitif. Salah satunya adalah telinga. Terlebih organ pendengaran yang satu ini vital perannya. Oleh sebab itu, harus ekstra perhatian untuk merawat kebersihannya.

Sebenarnya, kotoron telinga (serumen atau ear wax) adalah zat yang diproduksi secara alami untuk melindungi telinga bagian dalam dari benda-benda asing. Cairan lendir lengket yang dihasilkan oleh kelenjar serumen ini merupakan substansi penting. Cairan ini berfungsi untuk ‘menangkap’ benda-benda asing dari luar, misalnya kotoran dan debu. Hewan kecil, contohnya semut, juga bisa tersangkut di cairan tersebut sehingga mencegahnya masuk lebih dalam ke telinga.

Normalnya, telinga memiliki kemampuan untuk mengeluarkan kelebihan serumen. Berbagai gerakan, misalnya mengunyah, bisa mengeluarkan kotoran telinga karena bergeraknya rahang. Rahang mendorong bagian depan sehingga membuat kotoran telinga mengalir keluar. Gerakan lainnya yang bisa membersihkan telinga secara alami antara lain mengedot dan menangis.

Sayangnya, pada bayi, mekanisme ini belum bekerja dengan sempurna. Serumen bisa saja menumpuk dan mengeras di dalam liang telinga. Akibatnya, pendengaran bayi berkurang dan timbul rasa sakit pada telinga. Untuk mencegah hal ini, telinga bayi perlu dibersihkan.

Namun, membersihkan telinga bayi harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Jika tidak dilakukan dengan teknik yang tepat, membersihkan telinga bayi bisa mengakibatkan rusaknya gendang telinga maupun pendengaran. Bagaimana cara membersihkan telinga bayi dengan cara yang tepat? Ini dia tipsnya:

  • Lakukan saat mandi. Waktu terbaik untuk membersihkan telinga bayi adalah saat memandikannya. Telinga bayi yang basah saat mandi lebih mudah untuk dibersihkan.
  • Gunakan kain. Gunakan kain yang lembab untuk membersihkan bagian luar telinga bayi. Bersihkan pula bagian dalam lipatan telinga dan seka kotoran-kotoran yang telah kering. Beberapa bayi memiliki celah atau lipatan berbeda. Lipatan ini bisa kotor jika tidak sering dibersihkan. Pastikan telinga bayi bersih dan tidak iritasi karena gesekan yang terlalu keras.
  • Hindari memakai kapas penyeka. Hindari memasukkan kapas penyeka, seperti cotton bud, jauh ke dalam telinga bayi. Penyeka kapas mungkin saja akan mendorong kotoran lebih dalam. Gendang telinga bayi terlalu sensitif. Bila sebuah benda masuk jauh ke dalam lubang telinga bayi, dikhawatirkan akan merusak gendang telinga atau berbagai komplikasi lebih lanjut. Bila Anda tetap ingin menggunakan cotton bud, teteskan cairan yang bersifat minyak, contohnya baby oil atau minyak kelapa yang sudah dibersihkan terlebih dahulu. Cairan tersebut berguna sebagai pelunak kotoran. Tapi, cairan tersebut jangan diteteskan langsung ke dalam telinga karena justru akan menyumbat liangnya. Teteskan cairan itu pada kapas penyeka atau cotton bud.
  • Tetes telinga. Jika kotoran pada telinga bayi tetap ada atau makin bertambah, Anda bisa menggunakan tetes telinga. Namun sebelum menggunakannya, pastikan Anda telah berkonsultasi ke dokter anak. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here