Cara Tepat Menjemur Bayi Baru Lahir

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menjemur bayi baru lahir adalah salah satu perawatan bayi di rumah saat bayi pulang dari rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya. Menjemur selama 15 menit, sebelum pukul 08:00 pagi adalah waktu yang efektif. Karena kulit sangat tipis dan sensitif tidak mampu menahan terik sinar matahari.

Perlu anda tahu bahwa sinar matahari pagi sangat baik bagi kesehatan, hal ini juga berlaku untuk bayi anda. Setelah dilahirkan fungsi hatinya belum sempurna dalam proses pengelolahan bilirubin, dimana kadar bilirubin dalam darah bayi sangat tinggi hal inilah yang menyebabkan bayi mengalami suatu proses fisiologis yang akan menyebabkan bayi menjadi kuning. Untuk mengatasinya, para ahli kesehatan biasanya akan menggunakan cara alami untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan menjemurnya di pagi hari. Sinar matahari pagi telah dipercaya mampu memberikan efek kesehatan alami bagi tubuh. Salah satunya adalah untuk menurunkan kadar bilirubin yang terlalu tinggi yang menjadi penyebab bayi kuning pasca dilahirkan ke dunia. Jadi melakukan penjemuran pada bayi yang baru lahir di pagi hari adalah hal yang snagat penting.

Sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang berlimpah dan diperlukan untuk bayi serta orang dewasa. Menjemur bayi juga dapat menurunkan tingkat blirirubin yang menyebabkan bayi kuning. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui sebelum menjemur bayi seperti berikut ini :

  1. Memilih waktu yang tepat

Sebelum menjemur bayi, ada baiknya kita tahu waktu yang baik untuk melakukan hal tersebut, yaitu antara jam tujuh hingga jam delapan pagi. Ajak bayi Anda berjemur +/- 15 menit saja, karena kulit bayi masih sangat sensitif. Hindari menjemur bayi setelah jam delapan pagi, karena pada saat itu sinar matahari telah mengandung sinar ultraviolet baik A maupun B. Paparan sinar ultraviolet tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada membran kulit, menjadikan kulit merah, menimbulkan sensasi terbakar, serta dapat merusak mekanisme regenerasi sel kulit.

  1. Sebaiknya menjemur bayi dalam keadaan telanjang

Hal lain yang perlu diperhatikan pada saat menjemur bayi di pagi hari adalah dengan menjemurnya  dalam keadaan telanjang dada (hanya menggunakan popok/ celana). Hal ini bertujuan agar bagian dada dapat terkena sinar matahari, sehingga dapat membantu melonggarkan pernafasan.

  1. Dengan membolak-balikkan tubuh bayi

Bayi yang dijemur sebiaknya dibolak-balikkan agar tidak hanya bagian dada depan saja yang nantinya terkena sinar matahari, tetapi juga bagian punggungnya juga mendapat penyinaran.

  1. Hindari paparan langsung pada bagian mata bayi

Cara penanganan bayi kuning saat melakukan teknik menjemur bayi, sebaiknya diusahakan agar mata bayi Anda membelakangi paparan sinar matahari tersebut. Hal ini dilakukan agar bayi terhindar dari resiko kerusakan lensa maupun retina matanya.

  1. Memilih lokasi yang tepat

Menjemur bayi tidak harus dilakukan diruangan terbuka yang mana terdapat paparan langsung dari sinar tersebut. Hal ini bisa saja dilakukan ditempat-tempat yang meskipun terlindung tapi sinar matahari masih dapat menerobos masuk. Yang harus selalu diperhatikan adalah jika pada saat kondisi sedang dingin atau cuaca berangin, maka sebaiknya bayi dijemur di dalam ruangan berkaca dimana sinar matahari masih dapat menghangatkan bayi tersebut.

  1. Menjemur bayi tidak memandang usia bayi

Prosedur menjemur bayi di pagi hari tidak memandang berapa usia bayi tersebut. Pada umumnya bayi yang masih berusia kurang dari 1 minggu akan diterapkan prosedur tersebut guna menghindari bahaya bayi kuning, dengan menurunkan kadar bilirubin dalam darah yang berlebihan. Setelah kadar bilirubin normal, kebiasaan menjemur bayi tersebut bisa terus dilakukan guna mendapatkan manfaat lain dari sinar matahari pagi, misalnya untuk mendukung pertumbuhan tulang si bayi.

  1. Bayi yang lahir prematur, sebaiknya tidak dijemur

Pada minggu-minggu pertama pasca dilahirkan, seorang bayi yang dilahirkan secara prematur masih memerlukan suhu yang stabil. Sehingga sangat disarankan bagi bayi tersebut untuk tidak dijemur di bawah sinar matahari pagi. Hal ini akan dapat menimbulkan efek yang membahayakan bagi keselamatannya. Hal tersebut karena pada saat dijemur, si bayi harus mampu beradaptasi dengan lingkungan di luar.

  1. Sebaiknya bayi tidak dibiarkan sendirian saat dijemur

Pada saat menjemur bayi, sebaiknya tidak meninggalkannya sendirian. Usahakan untuk melakukan kegiatan lain yang dapat mendorong si bayi untuk dapat lebih berinteraksi dengan anda. Misalnya saja dengan memijat, atau melakukan komunikasi dengan mengajaknya bicara. Hal ini akan lebih mendekatkan Anda dengan si bayi tersebut.

  1. Selalu waspada akan bahaya hipertemi

Suhu tubuh ideal seorang bayi adalah berkisar antara 36,5°-37,5° C. Jika pada saat menjemur bayi di pagi hari kondisi sinar matahari terlalu terik, hal ini akan dapat menimbulkan efek hipertemi (peningkatan suhu tubuh) pada bayi. Hipertemi dapat mengakibatkan gangguan pada fungsi organ tubuh bayi, seperti otak, maupun sistem metabolisme tubuh si bayi. Untuk itu sangat disarankan bagi Anda untuk mengurangi waktu dalam menjemur bayi apabila kondisi sinar matahari terlalu terik.

  1. Sebaiknya dilakukan sebelum bayi mandi

Pada saat memutuskan untuk menjemur bayi, sebaiknya hal tersebut dilakukan pada saat sebelum bayi mandi. Hal ini dilakukan agar Anda dapat melakukan proses membersihkan bayi dengan lebih baik. (NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here