Cari Tahu Cara Tangani Gizi Buruk pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kekurangan gizi merupakan suatu kondisi dari gejala malnutrisi dengan keadaan perkembangan fisik maupun mental kurang maksimal yang biasa terjadi akibat gangguan masalah antara kurang asupan nutrisi atau juga gangguan pada proses penyerapan nutrisi yang telah masuk ke dalam tubuh penderita tersebut.

Dalam istilah medis, gizi buruk disebut sebagai Malnutrisi Energi Protein (MEP) Berat. MEP itu sendiri ada dua macam yaitu MEP ringan dan berat. Pada MEP ringan disebut juga sebagai gizi kurang, belum menunjukkan gejala klinis yang khas, anak yang mengalami gizi kurang hanya terlihat kurus dan gangguan pertumbuhan. Sedangkan MEP berat atau gizi buruk, anak sudah memiliki gejala-gejala klinis yang khas beserta gangguan biokimiawi dalam tubuh.

Gizi buruk dikenal juga dengan sebutan Busung Lapar yang memiliki tiga bentuk klinis, yaitu marasmus, kwashiorkor dan marasmus-kwashiorkor.

Keberhasilan proses pemulihan kondisi anak yang mengalami kurang gizi sangat bergantung pada peran orangtua. Solusi utama tentu dengan memberi asupan gizi yang baik kepada anak. Asupan makanan ini harus lebih bergizi dibandingkan makanan yang biasa diberikan sebelumnya.

Cara mengatasi anak yang kurang gizi antara lain:

  • Khusus pada bayi di bawah usia dua tahun, berilah makanan tambahan sebagai pendamping ASI. ASI atau pengganti air susu ibu (PASI) sebaiknya memiiki kepadatan energi 0,7 kkal/gram, makanan pendamping ASI (MP-ASI) memiliki kepadatan 1 kkal/gram.
  • Bagi anak usia di atas dua tahun, berilah makanan utama untuk proses pemulihan yang padat gizi. Makanan ini berupa karbohidrat (nasi, singkong, kentang dan lain-lain), protein (hewani dan nabati), serta lemak. Makanan sedikitnya mengandung 350 kkal dengan protein 15 gram yang diberikan selama 90 hari.
  • Konsultasikan masalah gizi anak di puskesmas atau klinik terdekat untuk mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya diberikan kepada si kecil. Selain itu, orangtua juga harus rajin mengikuti penyuluhan atau pelayanan medis di posyandu.
  • Jika dalam dua bulan tidak ada kenaikan berat badan atau masih di bawah garis merah, lakukan konsultasi khusus kepada ahli gizi.

Selain makanan, orangtua juga bisa memberi suplemen kepada balita agar proses rehabilitasi kurang gizi dapat optimal. Suplemen untuk mengatasi gizi kurang tersebut di antaranya:

  • Vitamin A. Suplemen vitamin A diberikan susuai umur.
  • Vitamin B komplek. Suplemen ini bisa diberikan setiap hari dan vitamin C 50 mg/hari sampai indikator berat badan/tinggi badan menunjuk normal.
  • Asam folat. Suplemen asam folat diberikan sebanyak 5 mg pada saat penanganan pertama kali dan selanjutnya berikan 1 mg/hari sampai indikator berat badan/tinggi normal.
  • Suplemen zinc (Zn). Suplemen Zin sebaiknya juga diberikan kepada balita penderita kurang gizi baik yang berupa sirup atau tablet sebanyak 10 mg/hari sampai indikator berat badan/tinggi normal. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here