Cedera rotator cuff

Rotator cuff merupakan sekelompok otot dan tendon yang mengelilingi sendi bahu dan menjaga kepala tulang lengan atas dengan kuat di dalam soket bahu yang dangkal. Cedera rotator cuff dapat menyebabkan nyeri di bahu yang semakin memburuk ketika bahu tertekan saat tidur. Cedera rotator cuff paling sering terjadi pada orang yang berulang kali melakukan gerakan overhead dalam pekerjaan atau olahraga. Risiko cedera rotator cuff juga meningkat seiring bertambahnya usia. Banyak orang bisa sembuh dari cedera rotator cuff dengan latihan terapi fisik yang meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot-otot di sekitar sendi bahu. Cedera rotator cuff parah yang menyebabkan robekan otot atau tendon mungkin memerlukan operasi perbaikan.

Gejala

Rasa sakit yang terkait dengan cedera rotator cuff antara lain:

  • Rasa nyeri yang mendalam pada bahu.
  • Rasa nyeri pada bahu ketika bahu mendapatkan tekanan sehingga mungkin Anda menjadi susah tidur ketika berbaringmenekan bahuyang terkena.
  • Sulit untuk menyisir rambut atau mencapai bagian belakang punggung.
  • Rasa nyeri yang disertai kelamahan pada bahu.

Kapan harus ke dokter?

Segera cari bantuan medis jika Anda merasakan nyeri parah pada bahu atau jika nyeri pada bahu berlangsung lebih dari beberapa hari tanpa kemajuan.

Penyebab

Penyebab cedera rotator cuff meliputi:

  • Jatuh: Menggunakan lengan sebagai penahan ketika jatuh bisa membuat tendon atau otot rotator cuff menjadi memar atau robek.
  • Mengangkat beban: Mengangkat bendayang terlaluberat ataumelakukannyatidak benar dapat membuat otot atau tendon menjadi tegang atau robek.
  • Tekanan berulang: Gerakan lengan ke atas secara berulang dapat menekan otot atau tendon rotator cuff yang menyebabkanperadangan danakhirnyamerobek.
  • Tonjolan tulang: Pertumbuhan tulang berlebih dapat terjadipadabagiantulang belikatyang menonjoldi atas rotator cuff. Tulangtambahaninidapat mengiritasidanmerusaktendon.

Faktor risiko

  • Usia: Semakin bertambahnya usia, risiko cedera rotator cuff juga semakin meningkat. Rotator cuff yang robek sering terjadi pada orang dewasa yang berusia 40 tahun.
  • Olahragatertentu: Atletyang secara teraturmenggunakangerakanlenganberulang-ulangsepertipitcherbisbol, pemanahdanpemain tenismemiliki risikolebih tinggi mengalamicederarotatorcuff.
  • Pekerjaankonstruksi: Pekerjaansepertipertukanganatau pengecat rumah yang memerlukangerakanlenganberulangdapat merusak rotator cuff dari waktu ke waktu.

Komplikasi

Meskipun pengistirahatan bahu saat masa pemulihan sangat penting, imobilisasi bahu yang lama dapat menyebabkan jaringan ikat melekat pada sendi sehingga mengakibatkan terjadinya penebalan atau pengetatan (bahu beku).

Tes dan diagnosa

Saat pemeriksaan fisik, dokter akan menekan bagian bahu yang berbeda dan menggerakkan lengan ke berbagai posisi. Dokter juga akan menguji kekuatan otot-otot sekitar bahu dan lengan. Pada beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan tes pencitraan seperti:

  • X-ray: Meskipun robekan rotator cuff tidak dapat diungkapkan melalui X-ray, tes ini dapatmemvisualisasikan tonjolan tulang atau penyebab potensiallain yang menyebabkan nyeri seperti patah tulang.
  • USG: Tes ini menggunakan gelombang suara untukmenghasilkan gambarstrukturdalam tubuhterutamajaringanlunak sepertiototdan tendon.
  • Magneticresonance imaging(MRI): Teknologi inimenggunakan gelombangradiodanmagnet yang kuat yang dapat mengungkapkanmasalahdi tulang dan jaringan lunak.

Perawatan dan pengobatan

Pengobatan konservatif seperti istirahat, kompres dingin dan terapi fisik dapat membantu mempercepat pemulihan cedera rotator cuff. Jika cedera sangat parah sehingga otot dan tendon menjadi robek total, maka Anda perlu menjalani operasi perbaikan.

Obat-obatan

Jika pengobatan konservatif tidak mengurangi rasa sakit, dokter mungkin merekomendasikan suntikan steroid ke dalam sendi bahu terutama jika rasa sakit mengganggu tidur, kegiatan sehari-hari atau berolahraga. Obat harus digunakan secara bijak karena penggunaan jangka panjang memberikan kontribusi terhadap melemahnya tendon.

Terapi

Latihan terapi fisik dapat membantu memulihkan fleksibilitas dan kekuatan bahu setelah cedera rotator cuff.

Operasi

  • Pengangkatan tonjolan tulang: Pertumbuhan tulang berlebih pada rotator cuff dapat diangkat dan bagian tendon yang rusak dapat diperbaiki. Prosedur iniseringkalidilakukan dengan menggunakanarthroscopy, dimana dokter akan menempatkan kamera serat optik dan peralatan khusus melalui sayatan kecil.
  • Perbaikan atau penggantian tendon: Tendon rotator cuff dapat diperbaiki dan disambungkan ketulanglengan atas. Jika tendon yang robek mengalami kerusakan parah, dokter mungkin memutuskan untukmenggunakantendonterdekatsebagai pengganti.
  • Penggantian bahu: Cederarotatorcuffmasifterkait dengan penyakit sendi (arthritis) degeneratif mungkin memerlukanoperasi penggantianbahu. Untukmeningkatkan stabilitassendi buatan tersebut, sebuah prosedur inovatif yang dinamakan artroplastibahu terbalik mungkin dilakukan untuk memasang bagian boladarisendi buatanketulang belikatdansoketbagianketulang lengan.

Gaya hidup dan pengobatan di rumah

Cedera ringan dapat sembuh dengan sendirinya asalkan perawatannya tepat. Jika Anda pikir Anda mengalami cedera rotator cuff, langkah-langkah di bawah ini mungkin dapat membantu mempercepat pemulihan:

  • Berhenti melakukanaktifitas yang menyebabkanrasa sakit dan menghindari gerakan yang menimbulkan rasa sakit.
  • Menerapkan kompres es pada bahu dapat membantumengurangiperadangan dan nyeri. Gunakankompresdinginselama 15 sampai 20menitsetiap tigaatau empatjam. Ketikarasa sakit dan peradangantelah membaik, kompres panas atau bantal pemanasdapat membuat otot yang tegang menjadi rileks.
  • Obat pereda nyeri seperti ibuprofen(Advil, MotrinIB), naproxen(Aleve) atauacetaminophen(Tylenol) dapat membantu meringankan rasa sakit karena cedera.

Pencegahan

Jika Anda berada pada risiko cedera atau jika Anda pernah mengalaminya, latihan peregangan bahu setiap hari dan olahraga dapat membantu mencegah cedera di masa mendatang. Otot yang perlu dilatih adalah otot depan dada, bahu dan lengan atas, tetapi sama pentingnya untuk memperkuat otot-otot di bagian belakang bahu dan sekitar tulang belikat untuk mengoptimalkan keseimbangan otot bahu. Dokter atau ahli terapi fisik dapat membantu Anda merencanakan latihan rutin.