Cedera Tulang Rawan

SehatFresh.com – Tulang rawan ialah jaringan ikat fleksibel yang terdapat pada banyak area tubuh. Tulang ini membentuk dan memberi dukungan terutama pada telinga, hidung dan tenggorokan. Tulang rawan yang sehat membantu Anda bergerak dengan mencegah gesekan tulang satu sama lain. Tanpa tulang rawan, tubuh akan terasa sakit ketika melakukan kegiatan-kegiatan tertentu.

Tulang rawan dibedakan menjadi:

  • Tulang rawan hialin,membentuk sebagian tulang rawan tubuh dan melapisi garis tulang-tulang di persendian.
  • Tulang rawan elastis, melapisi telinga dan pangkal tenggorokan.
  • Fibrokartilago, jenis tulang rawan yang paling kuat dan kaku, yang membentuk cakram intervertebralis, serta menghubungkan tendon dan ligamen tulang.

Tulang rawan bisa mengalami kerusakan akibat cedera. Kerusakan tulang rawan paling sering terjadi pada lutut, tapi siku, pergelangan tangan, pergelangan kaki, bahu, dan pinggul, sendi juga dapat turut terpengaruh.

Orang yang mengalami kerusakan tulang rawan akan mengalami:

  • Peradangan: Peradangan pada dasarnya merupakan reaksi tubuh terhadap iritasi, luka, dan infeksi. Area yang meradang akan menjadi lebih hangat dari pada bagian tubuh lainnya, dan mungkin terasa sakit.
  • Kekakuan dan berkurangnya rentang gerak: Cedera tulang rawan mengakibatkan anggota tubuh yang berkaitan menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan secara bebas.

Cedera tulang rawan artikular dapat terjadi melalui berbagai mekanisme:

  • Cedera tulang rawan bisa terjadi akibat terjatuh, kecelakaan mobil, dan seringkali karena cedera saat olahraga.
  • Tekanan pada sendi yang berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama bisa mengakibatkan tulang rawan menjadi cedera.
  • Sendi perlu digerakkan secara teratur agar tetap sehat. Kurang gerak mengakibatkan tulang rawan menjadi kaku dan rusak, serta mudah mengalami cedera.

Ketika cedera, tulang rawan memiliki kapasitas yang terbatas dalam pemulihannya sendiri. Kerusakan kecil saja seringkali sulit pulih dan memburuk dari waktu ke waktu. Kerusakan kecil pada tulang rawan dapat berkembang menjadi osteoarthritis dari waktu ke waktu jika tidak ditangani dengan benar. Dalam kasus yang parah, sepotong tulang rawan bisa pecah dan mengakibatkan sendi menjadi terkunci. Hal ini dapat menyebabkan hemarthrosis (pendarahan pada sendi), di mana area sendi yang terkena menjadi berbercak dan memar.

Dampak akibat kerusakan tulang rawan sangat memengaruhi kualitas hidup. Rasa sakit, pembengkakan, dan berkurangnya rentang gerak tubuh akan sangat menghambat aktivitas sehari-hari. Ada sejumlah perawatan bedah dan non-bedah yang dapat membantu meringankan gejala kerusakan tulang rawan, tergantung pada seberapa parah kerusakan yang terjadi.

Perawatan non-bedah meliputi:

  • Fisioterapi: Latihan yang memperkuat otot-otot sendi untuk membantu mengurangi rasa sakit dan tekanan pada sendi.
  • Obat penghilang rasa sakit: Nonsteroid anti-inflammatory drugs (NSAID) dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
  • Perangkat mendukung: Penggunaan tongkat atau leg brace.
  • Perubahan gaya hidup: Mengurangi kegiatan yang melibatkan sendi yang terkena.

Untuk prosedur bedah, pilihan perawatannya meliputi arthroscopic microfracture (mengisi bagian yang rusak dengan bekuan darah dan sel punca), osteochondral autograft transfer (bagian tulang rawan yang sehat ditransplantasikan untuk menutup kerusakan), dan autologous cartilage implantation (sel tulang rawan ditumbuhkan dan diperbanyak di laboratorium untuk kemudian ditanamkan ke dalam sendi).

Aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga fleksibilitas tulang dan sendi. Tapi, cedera tulang rawan sering kali terjadi saat olahraga. Untuk menghindari cedera semacam ini, selalu lakukan pemanasan dengan benar sebelum memulai aktivitas olahraga inti. Hindari kegiatan yang terlalu berisiko bagi tubuh, dan pastikan memakai pelindung yang memadai jika ingin tetap melakukannya. Anda juga harus beristirahat dengan cukup setiap setelah melakukan aktivitas berat.

Sumber gambar : www.zonabugar.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY