Cegah Kelumpuhan Saraf Wajah atau Bell’s Palsy dengan Cara Ini!

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kelumpuhan wajah. Itulah penjelasan singkat tentang bell’s palsy. Akibat kelumpuhan wajah ini, terjadi perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah. Maksudnya, salah satu sisi wajah terlihat mencong. Nah, pastinya Anda tidak mau mengalaminya, kan?

Secara lebih panjang lebar, bell’s palsy adalah kelumpuhan saraf wajah akibat peradangan dan pembengkakan saraf yang mengontrol otot pada salah satu sisi wajah. Bell’s palsy dijelaskan sebagai kondisi melemahnya otot di salah satu bagian wajah. Kondisi ini akan mempengaruhi kemampuan tubuh manusia dalam merasa dan menghasilkan air mata dan air liur.

Belum diketahui dengan pasti apa penyebab bell’s palsy. Bell’s palsy tak ada hubungan dengan kebiasaan seseorang yang menjalani pola hidup sehat, seperti tidak merokok, tidak minum alkohol, dan rajin berolah raga. Seseorang yang terkena bell’s palsy juga bisa jadi dalam kondisi bugar, misalnya kesehatan gula darahnya baik, kolesterolnya terjaga, dan tekanan darahnya normal.

Meskipun belum diketahui penyebab konkretnya, namun sejumlah indikasi bisa menjadi pemicu bell’s palsy. Berdasarkan penelitian yang ada, penderita yang terkena penyakit ini di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh paparan udara, baik AC, kipas angin maupun udara bebas.

Sementara itu, di luar negeri banyak disebabkan oleh reaktivasi dari herves simpleks. Selain itu, beberapa virus lainnya dapat menyebabkan bell’s palsy, yakni

  • Cacar air dan sirap (herpes zoster)
  • Monosit (Epstein-Barr)
  • Penyakit pernapasan (Adenovirus)
  • Campak Jerman (rubella)
  • Gondok (virus gondok)
  • Influenza (flu B)
  • HFMD (Coxsackievirus)

Sekali terinfeksi, saraf wajah pada penderita dengan radang dan bengkak menyebabkan kelumpuhan total atau pada salah satu sisi wajah.

Sebagai pencegahan, beberapa tindakan berikut bisa dilakukan agar tidak mengalami bell’s palsy:

  • Gunakan helm saat berkendara dengan sepeda motor agar tidak terterpa angin.
  • Saat berkendara di mobil, jangan arahkan AC langsung ke wajah.
  • Bila tidur menggunakan kipas angin, jangan arahkan kipas angin langsung ke wajah. Arahkan kipas angin itu ke arah lain. Jika kipas angin terpasang di langit-langit, jangan tidur tepat di bawahnya. Di samping itu, selalu gunakan kecepatan rendah saat pengoperasian kipas.
  • Kalau sering kerja lembur hingga malam, hindari mandi air dingin di malam hari. Selain tidak baik untuk jantung, juga tidak baik untuk kulit dan syaraf.
  • Bagi yang gemar naik gunung, disarankan untuk menggunakan penutup wajah atau masker dan pelindung mata. Suhu rendah, angin kencang, dan tekanan atmosfer yang rendah berpotensi tinggi menyebabkan Anda terkena bell’s palsy.
  • Setelah berolah raga berat, jangan langsung mandi atau mencuci wajah dengan air dingin.
  • Saat menjalankan pengobatan, jangan membiarkan wajah terkena angin langsung. Tutupi wajah dengan kain atau penutup. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here