Cegah Osteomielitis Agar Pertumbuhan Remaja Optimal

www.sehatFresh.com

SehatFresh.com – Ada berbagai faktor yang dapat mengganggu pertumbuhan di masa remaja. Salah satunya osteomielitis, yaitu infeksi pada tulang. Mungkin terdengar aneh bagaimana bisa tulang yang begitu solidnya bisa mengalami infeksi. Tapi, nyatanya memang demikian. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus, yang secara alami ditemukan pada kulit. Tulang bisa mengalami infeksi akibat bakteri yang memasuki aliran darah melalui luka atau sebelumnya memang terjadi infeksi di jaringan sekitar tulang.

Pada anak-anak dan remaja, osteomielitis umumnya memengaruhi lempeng pertumbuhan, yaitu di kedua ujung tulang panjang pada lengan dan kaki. Infeksi pada tulang Anda dapat menghambat sirkulasi darah dalam tulang, yang memicu kematian tulang. Akibatnya, pertumbuhan tulang remaja yang sedang berkembang dapat menjadi tidak optimal atau bahkan terhenti bila ostemielitis tidak segera diobati.

Pengobatan osteomielitis cukup kompleks. Operasi diperlukan untuk mengangkat bagian tulang yang terinfeksi atau mati. Setelah itu, pengobatan dilanjutkan dengan antibiotik. Anak pun harus menjalani rawat inap. Agar hal itu tidak terjadi, osteomielitis perlu dicegah sejak dini. Bagaimana caranya?

Ketika kulit memiliki luka terbuka, rawatlah dengan benar agar tidak sampai infeksi.

  • Sangat penting untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum merawat luka.
  • Bersihkan area luka, dan bila perlu bersihkan area sekitar luka dengan sabun tapi jangan pada lukanya guna mencegah iritasi.
  • Jika terdapat kotoran atau ada sesuatu yang menancap pada luka, gunakan pinset steril yang telah dibersihkan dengan alkohol untuk mencabutnya secara perlahan.
  • Oleskan krim atau salep antibiotik tipis-tipis agar permukaan kulit tetap lembab dan meminimalisir risiko infeksi.
  • Perban luka agar tetap bersih, kering dan terhindar dari bakteri. Perban perlu diganti setidaknya sehari sekali atau setiap kali perban basah atau tampak kotor.
  • Periksakan ke dokter jika luka kunjung sembuh atau menjadi kemerahan, sakit, dan keluar cairan.

Pada anak atau remaja yang memiliki sistem daya tahan tubuh lemah, seperti pasien penyakit jantung atau yang menjalani kemoterapi, luka kecil saja dapat berkembang menjadi luka yang lebih dalam dan menginfeksi tulang. Pada pasien yang memiliki masalah jantung misalnya, pembuluh darah yang rusak menjadi sulit mendistribusikan sel penangkal infeksi sehingga infeksi kecil bisa meluas dalam waktu yang cepat. Oleh karenanya, pastikan anak mengonsumsi makanan bergizi diimbangi pola hidup sehat lainnya agar daya tahan tubuhnya tetap prima dan jangan meremehkan luka kulit sekecil apa pun yang dialami anak.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY