Chondromalacia patella

Tulang rawan di bawah tempurung lutut merupakan shock absorber alami. Cedera atau faktor lain dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai chondromalacia patella. Chondromalacia patella adalah istilah umum yang menunjukkan kerusakan pada tulang rawan di bawah tempurung lutut. Istilah yang lebih akurat untuk chondromalacia patella adalah patellofemoral. Gejala yang paling umum adalah nyeri lutut yang meningkat ketika Anda berjalan naik atau turun tangga. Perawatan sederhana seperti penerapan kompres dapat membantu, tapi terkadang terapi fisik atau bahkan operasi diperlukan untuk meringankan rasa sakit karena patellofemoral.

Gejala
Sindrom nyeri patellofemoral biasanya menyebabkan rasa nyeri di bagian lutut. Nyeri ini bisa diperparah bila Anda:
• Berjalan naik atau turun tangga.
• Berlutut atau jongkok.
• Duduk dengan lutut ditekuk untuk jangka waktu yang lama.

Kapan harus ke dokter?
Jika rasa nyeri pada lutut tidak membaik dalam beberapa hari, segera konsultasikan hal tersebut ke dokter.

Penyebab
Chondromalacia patella telah dikaitkan dengan:

  • Tekanan berulang: Tekanan berulang pada sendi lutut dapat menyebabkan nyeri patellofemoral.
  • Kontrol otot yang buruk: Nyeri patellofemoral dapat terjadi ketika otot-otot di sekitar pinggul dan lutut tidak berfungsi dengan baik untuk menjaga penelusuran yang tepat dari tempurung lutut.
  • Cedera: Trauma tempurung lutut seperti dislokasi atau patah telah dikaitkan dengan sindrom nyeri patellofemoral.

Faktor risiko

  • Usia: Sindrom nyeri patellofemoral biasanya mempengaruhi remaja dan dewasa muda. Masalah lutut pada populasi yang lebih tua lebih sering disebabkan oleh arthritis.
  • Gender: Wanita dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan nyeri patellofemoral. Hal ini mungkin karena panggul wanita yang lebih luas meningkatkan sudut di mana tulang-tulang di sendi lutut bertemu.
  • Olahraga tertentu: Partisipasi dalam olahraga lari dan melompat dapat menempatkan tekanan ekstra pada lutut, terutama jika Anda baru saja meningkatkan tingkat latihan Anda.

Komplikasi

  • Nyeri patellofemoral dapat menyebabkan kesulitan dengan kegiatan rutin seperti jongkok dan naik tangga.
    Tes dan diagnosa
    Saat pemeriksaan fisik, dokter akan menekan lutut pada bagian yang berbeda-beda dan menggerakkan kaki ke berbagai posisi. Manuver tersebut akan membantu menyingkirkan kondisi lain yang memiliki tanda dan gejala yang sama.

Untuk membantu menentukan penyebab nyeri lutut, dokter mungkin merekomendasikan tes olahgambar seperti:

  • X-ray: Sedikit radiasi melintasi tubuh Anda dalam proses menciptakan gambar X-ray. Teknik ini dapat memvisualisasikan tulang dengan baik, tetapi kurang efektif untuk melihat jaringan lunak. c
  • omputerized tomography (CT) scan: CT scan menggabungkan gambar X-ray yang diambil dari berbagai sudut yang berbeda untuk membuat gambar penampang struktur internal. CT scan dapat memvisualisasikan tulang dan jaringan lunak, tetapi prosedur ini memerlukan dosis radiasi yang lebih tinggi dibandingkan X-ray.
  • Magnetic resonance imaging (MRI): Menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat, MRI menghasilkan gambar tulang dan jaringan lunak yang sangat rinci. Tetapi MRI jauh lebih mahal daripada X-ray atau CT scan.

Perawatan dan pengobatan

Pengobatan nyeri patellofemoral sering dimulai dengan langkah-langkah sederhana seperti:

  • Mengistirahatkan lutut.
  • Menghindari kegiatan yang meningkatkan rasa sakit seperti naik tangga.
  • Untuk meredakan rasa sakit, penggunaan obat pereda nyeri seperti acetaminophen (Tylenol), ibuprofen (Advil, Motrin IB) atau naproxen (Aleve) mungkin dapat membantu.

Terapi

  • Latihan rehabilitasi: Latihan tertentu dapat memperkuat otot-otot yang mendukung lutut dan kontrol anggota tubuh seperti paha depan, paha belakang dan otot-otot di sekitar pinggul.Penyangga lutut:
  • Penyangga lutut dapat membantu melindungi sendi dan memperbaiki keselarasan tempurung lutut Anda.

Operasi dan prosedur lain
Jika pengobatan non-operasi tidak efektif, dokter mungkin menyarankan:

  • Atroskopi: Selama prosedur ini, dokter akan memasukkan perangkat kecil seperti pensil yang tipis yang dilengkapi dengan lensa kamera dan cahaya (athroscope) ke lutut melalui sayatan kecil. Instrumen bedah dilewatkan melalui arthroscope untuk menghilangkan fragmen tulang rawan yang rusak.
  • Penataan kembali: Dalam kasus yang lebih parah, dokter bedah mungkin perlu untuk mengoperasi lutut untuk meluruskan kembali sudut tempurung lutut atau mengurangi tekanan pada tulang rawan.
    Pencegahan
  • Mempertahankan kekuatan: Paha dan otot abduktor pinggul yang kuat membantu menjaga lutut tetap seimbang selama aktivitas.
  • Memikirkan keselarasan dan teknik: Tanyakan kepada dokter atau ahli terapi fisik tentang fleksibilitas dan kekuatan latihan untuk mengoptimalkan teknik untuk melompat, berlari dan berputar. Yang paling penting adalah latihan untuk otot pinggul luar untuk mencegah lutut menjorok ke dalam ketika jongkok, melompat di tanah atau melangkah mundur.
  • Menurunkan kelebihan berat badan: Jika Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan ke tingkat ideal dapat mengurangi tekanan pada lutut.
  • Pemananasan: Sebelum berlari atau melakukan olahraga lain, lakukan pemanasan selama lima menit atau lebih kemudian mulai dengan aktifitas ringan.
  • Peregangan: Latihan peregangan dapat mendorong fleksibilitas pada otot-otot lutut.
  • Meningkatkan intensitas secara bertahap: Intensitas latihan harus ditingkatkan secara bertahap agar otot-otot bisa menyesuaikan.