Ciri-ciri dan Penanganan Ibu yang Mengalami Depresi Setelah Melahirkan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, banyak suami yang kebingungan ketika istrinya mengalami depresi pasca melahirkan. Bahkan untuk para ibu sendiri bingung bagaimana harus bersikap ketika setelah melahirkan. Artikel berikut akan memberikan ciri-ciri penanganan yang sesuai pada ibu hamil setelah melahirkan.

Apa Saja Ciri-ciri Ibu yang Mengalami Depresi Pasca Melahirkan?

Ibu hamil dalam kondisi pasca melahirkan seringkali mengabaikan perasaannya yang penuh keburukan karena takut dianggap tidak bahagia sesudah menjadi ibu. Padahal perasaan buruk dialami oleh ibu yang mengalami depresi setelah melakukan persalinan. Perlunya mengetahui ciri-ciri ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan menjadi suatu yang sangat penting. Beberapa ciri-ciri yang seringkali timbul ialah sebagai berikut:

  1. Kesulitan untuk lebih dekat dan merasa akrab kepada bayi yang sudah dilahirkan.
  2. Secara terus-menerus sang ibu selalu merasa sedih dan mengeluarkan air mata tanpa sebab suatu alasan yang jelas.
  3. Seringkali mengabaikan kondisi diri sendiri dengan tidak mandi dan tidak mau mengganti baju.
  4. Ibu menjadi sosok yang murung dan merasa kehilangan rasa humor serta minat pada sesuatu yang biasanya disukai.
  5. Ibu secara terus-menerus selalu khawatir dengan kondisi bayi dan takut terjadi sesuatu yang tidak diharapkan pada bayi.
  6. Kondisi hati selalu labil, berubah-ubah, dan mudah sekali merasa tersinggung.
  7. Ibu seringkali merasa lelah dan tidak memiliki tenaga.
  8. Ibu merasa kurang percaya diri, sering menyalahkan diri-sendiri, selalu ingin menyakiti diri sendiri, dan bahkan jika parah selalu ingin bunuh diri.
  9. Ibu mengalami kesulitan untuk tidur secara teratur.
  10. Ibu mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan mengambil keputusan.

Bagaimana Penanganan Pada Ibu yang Depresi Pasca Melahirkan?

Seorang ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan harus mendapat penanganan sebagai berikut:

  1. Perlunya dukungan dari keluarga terdekat.
  2. Perlunya dukungan dari teman-teman yang bisa memberinya semangat.
  3. Apabila ibu hamil terdiagnosa depresi maka butuh bantuan para professional.
  4. Adanya sesi konseling dan antidepresan sangat dianjurkan bagi setiap wanita yang mengalami kesedihan setelah melahirkan.
  5. Wanita yang mengalami postpartum psychosis sangat membutuhkan rawat inap di ruangan yang bisa membuat bayi dan ibu tinggal bersama.
  6. Ibu perlu diberikan obat antipsychotic atau antidepresan.
  7. Ibu yang sedang menyusui perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum meminum obat sehingga dapat melanjutkan menyusui dengan tenang.

Demikian informasi mengenai ciri-ciri dan penanganan pada ibu yang mengalami depresi setelah melakukan persalinan. Semoga artikel tersebut bermanfaat bagi para Pembaca. Anggota keluarga perlu memberi dukungan penuh dan setiap ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan sebaiknya menjaga kondisi hati dan pikiran. Lebih dekat dengan ibadah dan berdoa supaya hati tenang. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here