Ciri-ciri Gigi Sensitif

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Gigi sensitif merupakan istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive akibat menipisnya enamel, penurunan gusi dan terbukanya dentin, sebuah lapisan di bawah enamel. Nyeri yang berkaitan dengan sensitivitas terjadi dalam saraf gigi, nyeri dari gigi sensitif tidak selamanya tetap; ada yang sementara dan sementara namun berkala. Nyeri yang tidak henti-henti mungkin merupakan satu tanda masalah yang lebih serius. Bagaimanapun, adalah penting bagi anda membincangkan gejala tersebut dengan dokter gigi anda untuk menentukan penyebab dan perawatan selanjutnya, karena masalah ini akan sangat mengganggu kalau tidak ditindak lanjuti.

Dari hasil penelitian para ahli di USA, sebanyak 50-90%, penderita memberikan tekanan besar/berlebih pada saat menggosok gigi. Kebiasaan menggosok gigi dengan tekanan berlebih dapat membuat gusi mengalami iritasi atau gusi menurun dari leher gigi, lama kelamaan akar gigi akan terbuka (resesi gingiva), leher gigi berlubang, lapisan email pun akan berkurang ketebalannya sehingga bila minum air dingin, asam/manis atau bahkan tersentuh bulu sikat gigi pun akan terasa ngilu. Oral hygiene/keadaan rongga mulut yang buruk, penumpukan plak/karang gigi, yang merupakan “rumah” tinggalnya berjuta-juta kuman dalam rongga mulut. Lambat laun karang gigi pun dapat mengiritasi gusi sehingga gusi akan mudah berdarah, timbul pula bau mulut yang tidak “segar”. Pembentukan lapisan email gigi yang kurang sempurna (ename hypoplasia) dapat pula terjadi pada individu-individu tertentu. Keadaan ini pun akan menjadikan gigi menjadi sensitif. Food impaksi/penumpukan sisa-sisa makanan di daerah pertemuan gigi dengan gigi/kontak gigi. Sisa makanan ini menyusup masuk melalui leher gigi dan sulit terjangkau sikat gigi sehingga akan sulit dibersihkan, lama kelamaan penumpukannya akan semakin banyak, menekan saku gusi semakin dalam dari keadaan normal.

Selain beberapa hal tersebut, penyebab gigi terasa ngilu secara umum antara lain :

  • Kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut
  • Bleaching (pemutihan pada permukaan gigi)
  • Terkikisnya email gigi
  • Penurunan gusi
  • Penyikatan pada gigi yang terlalu kencang dan kuat
  • Kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersifat panas, dingin, asam dan manis
  • Infeksi pada gusi yang terjadi secara terus menerus
  • Kondisi mulut yang kering dan produksi air liur sedikit
  • Biasanya terjadi pada lansia.

Ciri-ciri dari Gigi Sensitif

Orang yang memiliki gigi sesitif belum tentu seseorang tersebut memiliki gigi yang bagus dan tidak berlubang, akan tetapi ciri yang paling dirasakan untuk mengetahuinya adalah ketika seseorang mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersifat panas atau dingin, secara tiba-tiba gigi akan terasa ngilu. Hal itu dapat menunjukkan bahwa gigi seseorang tersebut merupakan gigi sensitif.

Ciri yang kedua adalah apabila gigi kita terasa ngilu apabila ujung kuku kita menyentuh secara langsung daerah leher gigi dan kita akan merasakan adanya cekungan atau lubang yang cukup dalam. Dengan demikian anda harus segera berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapat perawatan yang lebih baik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY