Ciri-ciri Milia pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit yang menyerang kulit bayi baru lahir biasanya disebut dengan penyakit milia. Bayi baru lahir sangat mudah terjangkit penyakit milia karena imunitasnya yang masih sangat rendah. Penyakit milia sebenarnya merupakan penyakit kulit yang bisa timbul pada semua usia, hanya biasanya penyakit ini lebih sering menyerang bayi yang baru lahir. Jenis milia pada bayi disebut dengan Neonatal milia, ini adalah istilah untuk milia pada bayi yang baru lahir dan biasanya muncul di area hidung, pipi, kulit kepala hingga mulut. Kondisi ini tergolong umum dan dianggap normal.

Bagi Anda orang tua yang memiliki keadaan anak yang mengalami penyakit milia tidak perlu khawatir, karena milia bukanlah penyakit kulit kronis yang berbahaya. Penanganan yang tepat dapat membuat bayi kembali mendapatkan kenyamanan. Penyakit ini cukup sering ditemukan, sampai milia dianggap hal yang normal pada bayi.

Ciri-ciri milia sering dikatakan mirip dengan jerawat, karena memang bentuknya yang hampir sama, bahkan tak jarang milia disebut sebagai jerawat bayi, meskipun begitu milia tidak dapat disamakan dengan jerawat pada bayi dikarenakan jerawat juga mungkin tumbuh pada bayi yang sedang memiliki milia. Ciri-ciri yang paling terlihat dari penyakit ini adalah:

  • Bercak putih. Biasanya penyakit milia pada bayi tampak seperti bercak putih dan banyak ditemukan di daerah sekitar hidung, pipi, ataupun dagu bayi.
  • Berkelompok. Umumnya, milia hadir secara berkelompok pada bagian-bagian tertentu, dan jika yang timbul hanya satu benjolan saja maka disebut dengan milium.
  • Berukuran kecil. Setiap milium biasanya memiliki ukuran sekitar 1 hingga 2 mm.

Secara medis, penyakit milia dapat timbul karena kelenjar sebasea pada kulit tertumpuk oleh sel-sel kulit mati yang tidak terlepas dan pada akhirnya menyebabkan permukaan kulit memiliki bintik seperti jerawat yang berisi cairan putih atau kekuningan.

Milia akan hilang setelah beberapa minggu setelah bayi dilahirkan, tetapi Anda harus segera menghubungi dokter apabila milia ini tidak segera hilang dalam tiga bulan. Milia ini juga mampu menempel pada dinding mulut bayi, kondisi ini akrab dikenal dengan nama mutiara Epstein. Penyebab milia ini adalah sel-sel kulit mati yang terjebak di dalam lapisan kulit.

Milia dapat dihilangkan dengan cara mengoleskan krim ke milia namun, jangan sesekali Anda menekannya karena akan membekas pada kulit bayi. Selain itu, hindari pula membersihkannya dengan tangan secara langsung karena akan menyebabkan iritasi. Pastikan Anda mengoleskan saja krim ke milia tersebut.

Anggapan apabila bayi memiliki milia maka di kemudian hari ia akan memiliki jerawat sebenarnya tidak sepenuhnya benar, karena Jerawat memiliki faktor resiko keturunan sehingga apabila Anda berjerawat maka akan ada kemungkinan anak Anda kelak akan berjerawat pula.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY