Ciri-ciri Penderita Gangguan Hipokondria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah Anda pernah menjumpai seseorang dengan rasa takut yang berlebih pada suatu penyakit? Bisa jadi, orang tersebut menderita suatu syndrom yang dinamakan dengan hipokondria. Hipokondria adalah sekumpulan gejala atau syndrom  dimana seseorang merasa mempunyai suatu penyakit yang parah dan mematikan. Hipokondria termasuk ke dalam gangguan yang menyerang psikis atau mental seseorang. Jadi, seseorang yang menderita hipokondria dapat diberikan terapi kejiwaan dan obat-obatan penenang. Biasanya seseorang yang memiliki gangguan hipokondria akan sangat khawatir terhadap kondisi kesehatannya.

Penderita hipokondria sering kali merasa cemas yang disebabkan hanya karena kondisi tubuhnya apabila mengalami gangguan ringan. Penderita hipokondria akan mulai sibuk mencari dokter atau pengobatan setiap kali mereka mengalami gejala-gejala seperti peningkatan denyut nadi, batuk, flu dan gejala ringan lainnya. Kondisi ini menyebabkan masalah dalam hubungan sosialnya, orang-orang di sekitar penderita hipokondria akan merasa terganggu karena tingkah laku yang berlebihan dari para penderita hipokondria.

Seseorang tidak bisa didiagnosa memiliki gangguan hipokondria begitu saja hanya dengan salah satu tanda atau gejala saja. Berikut ini adalah tanda dan gejala seseorang yang menderita syndrom hipokondria.

  1. Cemas berlebihan

Gejala ini akan sangat terlihat pada penderita hipokondria. Dibuktikan dengan perasan khawatir secara berlebihan pada kondisi kesehatannya. Tingkat kecemasan penderita hipokondria melebihi seseorang yang mengalami penyakit sungguhan. Perubahan perilaku ini adalah awal mula seseorang penderita hipokondria tidak mudah bergaul dengan orang-orang di sekitarnya.

  1. Mengalami keluhan >6 bulan

Penderita hipokondria yang merasa memiliki keluhan fisik dan kecemasan berlebihan melebihi 6 bulan, termasuk ke dalam hipokodria kronis. Keadaan ini akan menimbulkan masalah dengan kehidupan sosialnya. Orang-orang di sekitarnya akan menganggap aneh tingkah laku dari penderita hipokondria yang berlangsung lama.

  1. Sering bergonta-ganti dokter

Penderita hipokondria akan rajin mengunjungi dokter, tidak hanya satu melainkan sebanyak yang mereka mau. Hal ini dikarenakan mereka merasa tidak puas dengan diagnosa dokter, karena bertentangan dengan pendapatnya yang mengira bahwa mereka mempunyai penyakit yang serius seperti kanker. Penderita hipokondria biasanya tidak menjalani terapi atau pengobatan yang dokter sarankan.

  1. Memungkiri hasil medis

Penderita hipokondria akan meminta untuk dilakukan berbagai pemeriksaan medis terkait dengan kondisi kesehatannya, tetapi setiap kali hasilnya baik mereka tidak akan mempercayainya. Bahkan mereka akan tetap melakukan pemeriksaan ulang dan pemeriksaan lainnya sampai mereka menemukan hasil yang diinginkan.

  1. Sering menceritakan kondisi kesehatannya

Seseorang yang mengalami hipokondria tidak segan-segan untuk menceritakan kondisinya kepada orang lain. Tidak hanya dengan dokter atau terapis, tapi pada orang-orang di sekitarnya. Mereka merasa perlu untuk bercerita dengan mengharapkan saran-saran yang baik untuk mengatasi kondisinya.

Hal-hal tersebut menggambarkan seseorang menderita syndrom hipokondria. Kunci dari hipokondria adalah, mereka merasa memiliki penyakit yang sangat serius namun tidak terbukti secara medis. Dengan kata lain, penderita hipokondria sebenarnya tidak mengalami penyakit yang serius. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here