Ciri-ciri Sinusitis pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada organ sinus. Sinusitis sendiri berasal dari dua kata yaitu sinus dan it is. Sinus adalah rongga udara yang terdapat di daerah wajah yang langsung terhubung dengan hidung, itis adalah radang. Jadi, sinusitis adalah adanya peradangan yang terjadi pada sinus. Sinus terletak di samping kanan, kiri, bawah, dan bagian atas rongga hidung. Ketika terjadi sinusitis, maka rongga yang normalnya berisi udara dan sedikit lendir ini menjadi meradang sehingga lapisan mukosanya menebal atau membengkak menghasilkan banyak lendir (ingus), namun ingus ini tidak dapat keluar dengan lancar sehingga banyak ingus yang tertumpuk di dalamnya. Ini menjadi media yang baik bagi pertumbuhan bakteri lalu timbulah berbagai gejala sinusitis. Siapa saja bisa terkena penyakit ini, tidak terkecuali pada remaja. Berikut beberapa ciri yang biasa terjadi pada seseorang yang menderita sinusitis:

  • Ingus yang berwarna hijau atau kuning. Ciri pertama biasanya adalah ingus yang berwarna hijau atau kuning. Namun, ciri ini belum pasti menunjukan bahwa terkena sinusistis. Keadaan ini dapat terjadi pada dasarnya adalah adana sel-sel darah putih ang disebut neutrofil, yang dikirimkan oleh tubuh ketika tubuh sedang mengalami influenza atau common cold. Sel-sel drah putih tersebut mengandung warna hijau dan kuning sehingga wajar bila neurtrofil yang dikirimkan dalam jumlah besar ke hidung maka akan mempengaruhi warna ingus. Jika ciri yang  terjadi hanya ini saja maka masih belum dipastikan jika terkena sinusitis, bisa saja itu hanyalah flu biasa.
  • Sakit pada dahi dan wajah. Biasanya ciri ini paling sering muncul, karena di daerah dahi dan wajah adalah daerah sinus. Secara garis besar memang timbul di dahi dan wajah, namun jika dirincikan rasa sakit juga muncul di antara mata, kedua sisi hidung, rahang atas, nyeri dibelakang mata, di bagian rahang atas depan, di puncak kepala dan disekitar tengkuk.
  • Hidung tersumbat. Selain keluarnya ingus yang berlebihan sinusitis juga mengakibatkan hidung tersumbat. Ini bisa terjadi karena infeksi atau peradangan yang terjadi lantaran ingus yang kemudian menyebabkan pembengkakan pada sinus dan hidung dibagian dalam.
  • Sakit kepala. Sakit kepala ini hadir karena tekanan yang tinggi dan pembengkakan terjadi pada sinus terus-menerus, kemudian dapat bergema di seluruh bagian tengkorak sehingga kemudian menyebabkan sakit kepala. Sakit kepala ini dapat menimbulkan sakit yang lain, seperti di bagian telinga, gigi, rahang, dan pipi. Jika sakit kepala ini muncul karena sinus biasanya akan sering kambuh dan menjadi sangat sakit di pagi hari karena cairan telah berkumpul sepanjang malam.
  • Batuk. Batuk timbul karena ingus mengalir ke belakang tenggorokan, bila ini terjadi terus-menerus bisa mengakibatkan iritasi. Batuk yang timbul karena sinusitis biasanya muncul pada malam hari dan membuat penderita sulit tidur.
  • Sakit tenggorokan. Ini terjadi karena postanal grip atau keluarnya ingus yang dapat menyebabkan tenggorokan menjadi meradang dan terasa sakit.
  • Berkurangnya kemampuan indera pengecap. Ini dapat terjadi karena ingus yang kemudian membuat beberapa bagian dalam tengkorak meradang, terutama di sekitar bagian wajah, dan juga membuat indera perasa menjadi meradang sehingga membuat kekurangan sensitivitas dalam mengecap rasa.
  • Berkurangnya kemampuan indera penciuman. Ketika peradangan terjadi terus menerus dan mengganggu bagian sinus, hal itu akan mengganggu bagian hidung, seperti menyumbat hidung yang membuat daya penciuman menjadi berkurang.
  • Demam. Ciri ini sebenarnya jarang terjadi, tetapi pada beberapa kasus sinusistis akut, demam menjadi hal yang patut Anda perhatikan. Demam ini muncul karena tubuh sedang melawan penyakit sinusistis ini. Kondisi ini membuat seluruh tubuh bereaksi dan salah satunya adalah demam.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY