Ciri Khas Baby Blues pada Ibu yang Baru Melahirkan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apa itu Baby Blues Syndrome? Seorang Ibu setelah melahirkan dapat mengalami perubahan mood yang signifikan dan parah. Ibu merasakan banyak emosi, mulai dari senang dan haru hingga merasa sedih dan khawatir. Kondisi ini biasanya disebut dengan Baby Blues Syndrome yaitu kondisi yang dialami oleh seseorang setelah melahirkan berupa munculnya perasaan gundah serta sedih yang berlebihan. Umumnya, kondisi ini memburuk pada 3-4 hari setelah melahirkan dan hanya terjadi pada 14 hari pertama setelah melahirkan. Apabila gejala Baby Blues Syndrome ini dialami lebih dari 14 hari, segeralah konsultasikan ke dokter agar segera mendapatkan penanganan, karena dikhawatirkan jika terjadi lebih dari 14 hari akan mengarah pada kondisi pada kondisi yang lebih parah atau sering disebut (Postpartum Depression).

Baby Blues Syndrome dialami oleh sekitar 50-80% Ibu setelah melahirkan bayinya. Mungkin terlihat aneh, ketika melahirkan bayi yang dinanti-nanti seharusnya menghadirkan rasa senang dan haru, namun malah sebaliknya, pada sebagian Ibu bisa berubah menjadi depresi setelah proses kelahiran bayi. Selain itu, sindrom ini juga dapat dialami Ibu yang melahirkan baik secara normal maupun secara cesar, namun Ibu yang melahirkan dengan operasi cesar lebih besar peluangnya untuk terkena sindom baby blues ini. Hal ini disebabkan oleh kondisi pemulihan setelah operasi cesar membutuhkan waktu yang lebih lama sehingga memicu sang Ibu untuk merasa tidak berdaya dalam hal merawat bayi yang baru dilahirkannya. Dari sanalah muncul perasaan khawatir, sedih dan cemas.

Banyak pakar kesehatan menilai bahwasannya penyebab baby blues adalah hormon. Pada saat hamil, Ibu akan mengalami banyak perubahan, baik perubahan fisik maupun non fisik termasuk di dalamnya perubahan hormon. Setelah melahirkan pun, perubahan fisik dan hormon kembali terjadi. Penurunan secara drastis kadar hormon estrogen dan progesteron serta hormon lainnya yang diproduksi oleh kelenjar tiroid akan menyebabkan Ibu sering mengalami rasa lelah, depresi dan penurunan mood.

Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa, Ibu yang mengalami baby blues syndrome cenderung memperlihatkan perilaku yang berlebihan dalam hal kebersihan anak. Selain itu, Ibu juga lebih jarang memberikan sentuhan maupun respon terhadap perilaku sang anak. Ciri-ciri Ibu yang mengalami baby blues setelah melahirkan pada umumnya ditandai dengan sering menangis tanpa alasan yang jelas, merasa sedih yang berkepanjangan, mudah marah dan emosi yang berubah-ubah. Konsentrasi dan daya tangkap juga menurun.

Gejala dan ciri-ciri baby blues ini biasanya bervariasi dari yang ringan sampai dengan berat. Ciri-ciri yang biasanya muncul antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Perasaan cemas berlebihan, sedih, murung dan sering menangis.
  2. Sering merasa kelelahan dan sakit kepala.
  3. Perasaan ketidakmampuan dalam mengurus sang bayi.
  4. Menjadi tidak tertarik dengan bayi yang baru dilahirkan atau malah sebaliknya, menjadi terlalu memperhatikan dan khawatir berlebihan pada bayi.
  5. Tidak memperhatikan diri sendiri dan menarik diri dari keluarga serta teman.
  6. Perasaan takut telah menyakiti si kecil.
  7. Tidak tertarik pada seks.
  8. Penurunan berat badan yang disertai dengan tidak ingin makan.
  9. Hilangnya perasaan bahagia dan minat untuk melakukan hal-hal menyenangkan.
  10. Peningkatan berat badan yang disertai dengan makan berlebihan.

Perasaan yang berubah-ubah dengan drastis, sehingga mengganggu proses berfikir dan berkonsentrasi. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here