Ciri Remaja Anti Sosial

SehatFresh.com – Perilaku anti sosial seolah semakin melekat pada kehidupan remaja di masa kini. Akan tetapi, banyak orang yang belum memahami apa itu antisosial sebenarnya. Kebanyakan orang menganggap bahwa orang yang antisosial adalah orang yang tidak banyak bergaul dan cenderung menyendiri. Pada kenyataannya, orang yang antisosial bukanlah orang seperti itu.

Gangguan kepribadian antisosial (sociopathy) adalah kondisi disfungsi mental yang kronis. Sosiopat, sebagaimana orang-orang yang memiliki gangguan kepribadian anti-sosial disebut, cenderung memperlakukan orang lain tanpa perasaan, tidak menghargai apa yang benar dan salah serta seringkali bermasalah dengan narkoba dan alkohol. Gejala sociopathy sering dimulai pada masa kanak-kanak dan juga dapat dilihat selama masa remaja.

Perilaku masa kanak-kanak seperti berbohong, mencuri dan intimidasi berulang dapat menjadi penyebab seorang anak menjadi antisosial. Faktor risiko lainnya adalah riwayat keluarga terkait penyakit mental, pelecahan secara verbal, fisik atau seksual di masa kanak-kanak serta perceraian orang tua, kehidupan keluarga yang tidak stabil dan riwayat penyalahgunaan narkoba oleh orang tua atau anggota keluarga lainnya.

Gangguan kepribadian antisosial bisa terjadi akibat interaksi antara genetika dan lingkungan. Menurut American Academy of Pediatrics, kondisi ini tidak dapat secara resmi didiagnosa sampai remaja telah mencapai usia 18, tapi gejala sering hadir sebelum usia 15. Meskipun beberapa remaja yang tumbuh dalam lingkungan yang kasar cenderung memperlihatkan beberapa tanda-tanda sociopathy, namun bukan berarti mereka bisa begitu saja dianggap sosiopat.

Menurut Mayo Clinic, salah satu gejala awal dari sociopathy adalah kurangnya empati. Gejala lain termasuk ketidakpedulian terhadap apa yang benar dan salah, terus-menerus berbohong untuk mengeksploitasi orang lain, bermusuhan, lekas marah, impulsif, agresi atau kekerasan. Seorang sosiopat biasanya tidak menunjukkan penyesalan untuk menyakiti orang lain, melanggar hukum atau menyebabkan kerusakan.

Remaja yang memiliki gangguan kepribadian antisosial dihadapkan dengan sejumlah konsekuensi negatif. Agresivitas mereka dapat menyebabkan kekerasan verbal dan fisik atau perkelahian dengan orang lain, perilaku seksual berisiko, penyalahgunaan alkohol atau zat, serta kecemasan dan masalah di sekolah. Sosiopat sering memiliki kesulitan dalam hubungan, baik di dalam keluarga dan dengan teman-teman atau rekan kerja.

Kondisi bisa sulit diobati, terutama karena diagnosis tidak dapat dibuat sampai individu berusia minimal 18 tahun. Sosiopat juga mungkin memerlukan pengobatan untuk gangguan penyalahgunaan zat, depresi dan kecemasan. Psikoterapi dan obat seringkali digunakan dalam pengobatan gangguan kepribadian ini.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY