Contoh Dari Kondisi Hipopigmentasi atau Penyakit Vitiligo

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Vitiligo yaitu suatu kondisi penyakit dimana dapat membuat hilangnya warna kulit. Penyakit ini dapat menyerang bagian kulit manapun ditubuh dan bisa juga terjadi pada rambut, bagian mulut dan mata. Penyakit ini sangat bervariasi seberapa luas dan parahnya karena tidak dapat diprediksi. Kondisi normal warna kulit, rambut dan mata ditentukan oleh suatu pigmen yang disebut dengan istilah melanin. Akan tetapi pada kondisi ini sel-sel yang membentuk melanin tidak berfungsi lagi atau mati. Penyakit ini sebagian besar terjadi pada seseorang yang berusia<20 tahun.

Albinisme

Albinisme berasal dari bahasa latin “albus” yang artinya putih, dalam bahasa Indonesia kondisi ini disebut dengan bulai. Penyakit albinisme merupakan suatu penyakit bawaan hipopigmentasi yang terjadi karena kurangnya ataupun tidak adanya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut. Kondisi ini disebabkan oleh pewaris alel gen resesif. Penyakit albinisme dapat ditemukan pada semua hewan vertebrata, selain itu juga penyakit ini dapat terjadi pula pada manusia. Seseorang yang mengalami kondisi ini akan mengalami sensitif apabila terkena cahaya yang kuat seperti lampu sorot dan sinar matahari dan muncul luka mirip dengan luka bakar. Selain itu juga orang tersebut akan mengalami keterbatasan pada jarak penglihatan.

Lepra

Lepra merupakan suatu penyakit yang terjadi pada kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir yang terjadi pada saluran pernapasan atas dan mata. Penyakit lepra disebut dengan penyakit kusta atau penyakit hansen. Kondisi ini biasanya menimbulkan luka pada area kulit, kerusakan saraf dan melemahnya otot. Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya akan mengalami mati rasa, kehilangan alis dan bulu mata, mimisan dan hidung tersumbat, muncul luka tapi tidak terasa sakit dan lain sebagainya.

Tanda dan gejalan yang disebutkan diatas tidak nampak jelas dan berjalan sangat lambat, bahkan gejala ini dapat muncul memerlukan waktu sekitar 20 tahun setelah bakteri berkembang baik dalam tubuh. Penyakit lepra atau kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Untuk dapat berkembang di dalam tubuh bakteri ini memerlukan waktu sekitar 6 bulan hingga 40 tahun. Menurut hasil penemuan baru pada tahun 2015 penyakit lepra atau kusta ini di Indonesia masih tergolong tinggi. Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan Brasil.

Pitiriasis Versikolor

Pitiriasis versikolor merupakan suatu kondisi infeksi jamur yang terjadi pada permukaan kulit dan disebabkan oleh pityrosporum ovale. Kondisi ini biasanya ditandai dengan adanya makula di kulit, skuama haus dan disertai rasa gatal. Seseorang yang mengalami kondisi ini pada awalnya tidak menunjukan adanya gejala ataupun keluhan yang dirasakan. Tahu-tahu sudah muncul bercak dikulit yang disertai rasa gatal. Fitiriasis versikolor dalam bahasa indonesia disebut dengan penyakit panu, penyakit ini biasanya terjadi kumat-kumatan.

Hipopigmentasi Post Inflamasi

Menururt Ortonne J.P tahun 2003 hipopigmentasi pasca inflamasi merupakan suatu kondisi yang terjadi setelah atau berhubungan dengan dematosis yang biasanya disertai inflamasi. Kondisi ini terjadi karena penyebaran melanosom mengalami hambatan, kondisi ini ditandai dengan munculnya makula yang berwarna keputihan dengan batas yang menyebar di daerah dimana terjadinya kelainan kulit primer. Hipopigmentasi post inflamasi akan terjadi setelah resolusi penyakit primer dan biasanya akan menghilang dalam waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan terutama di daerah yang terpapar sinar matahari. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here