Cukup Vitamin C Kurangi Risiko Stroke

SehatFresh.com – Vitamin C ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran seperti jeruk, pepaya, paprika, brokoli, dan stroberi. Dosis harian yang direkomendasikan untuk vitamin C adalah 90 miligram untuk pria dan 75 miligram untuk wanita. Vitamin C telah lama dipuji terutama karena sifat peningkat kekebalan tubuh yang dimilikinya. Bahkan disebutkan bahwa orang yang memiliki tingkat normal vitamin C dalam darah mereka memiliki penurunan risiko stroke hemoragik, dibandingkan dengan orang yang memiliki kadar rendah atau kekurangan, menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan di pertemuan tahunan “American Academy of Neurology” ke-66 di Philadelphia, tahun 2014.

Ada dua bentuk stroke utama, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik disebabkan penyumbatan pembuluh darah yang memasok otak, sementara stroke hemoragik terjadi karena adanya perdarahan ke dalam atau di sekitar otak. Stroke hemoragik kurang umum daripada stroke iskemik, tetapi dampaknya juga sama mematikan.

Dr. Stéphane Vannier, MD, peneliti dari Pontchaillou University Hospital di Perancis, melaporkan di mana hasil temuannya menunjukkan bahwa kekurangan vitamin C harus dianggap sebagai faktor risiko untuk stroke hemoragik, sama halnya dengan tekanan darah tinggi, minum alkohol dan kelebihan berat badan.

Dalam risetnya, dilibatkan 65 orang yang mengalami stroke hemoragik intraserebral (pecah pembuluh darah di dalam otak) dengan 65 orang sehat. Dari semua partisipan, 41 persen memiliki tingkat normal vitamin C, 45 persen menunjukkan kadar rendah vitamin C dan 14 persen dianggap kekurangan vitamin C. Setelah diteliti, orang-orang yang tidak mengalami stroke adalah mereka yang memiliki tingkat vitamin C normal.

Mengapa vitamin C bisa mengurangi resiko stroke adalah karena bisa menurunkan tekanan darah serta membantu produksi kolagen (protein yang memperkuat pertumbuhan kulit, tulang serta organ tubuh). Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari bagaimana vitamin C dapat membantu mengurangi risiko stroke secara lebih spesifik.

Penelitian ini sayangnya belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review. Hal ini mengingat telah ada hasil studi sebelumnya yang juga menghubungkan vitamin C dengan risiko stroke. Menurut penelitian dari University of Cambridge pada tahun 2008, orang dengan kadar tinggi vitamin C menunjukkan pengurangan risiko stroke. Sebuah studi yang dimuat dalam “British Medical Journal” pada tahun 1995 juga menemukan bahwa orang tua dengan kadar vitamin C rendah memiliki risiko lebih besar untuk terkena stroke.

Sumber gambar : onewebid.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY