Dahsyatnya Foreplay Sebelum Tindakan Intim

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Aktivitas seksual beragam jenisnya. Salah satunya adalah pemanasan (foreplay). Ibarat dalam olahraga, pemanasan itu penting dan bermanfaat sebelum berlaga. Begitu pula pemanasan dalam bercinta.

Foreplay adalah serangkaian tindakan intim, baik secara fisik maupun emosional. Tujuannya untuk membangun gairah dan hasrat seksual. Foreplay merangsang seksualitas di antara pasangan yang terlibat; menurunkan kewaspadaan dan keinginan menahan diri; meningkatkan keintiman emosional antarpasangan; dan juga menunjukkan tingkat keterikatan dan kepercayaan tertentu antara satu dan lainnya.

Dengan kata lain, foreplay merupakan tindakan untuk menciptakan chemistry dan membangun suasana erotis sehingga hubungan suami-istri dapat dinikmati. Bila suatu aktivitas seksual dinikmati bersama, maka pasangan suami-istri tersebut berpotensi mencapai kepuasan bersama. Itulah yang dicari dalam suatu hubungan percintaan, bukan?

Para ahli menyimpulkan, supaya puas bercinta sampai klimaks dan orgasme, wanita butuh waktu 15 menit untuk pemanasan atau foreplay sebelum hubungan seksual yang sesungguhnya dilakukan.

“Sangat penting bagi wanita untuk memiliki foreplay yang sukses karena tubuh wanita memerlukan waktu yang lebih lama daripada pria untuk membangun tingkat rangsangan yang dibutuhkan dalam orgasme,” kata Dr Westheimer, EdD, terapis psikoseksual, dilansir dari FOX News.

Seorang pria bisa berimajinasi tentang seks dan mendapatkan ereksi tak lama setelahnya. Tetapi bagi kebanyakan wanita, menginginkan seks saja terkadang tidak cukup. Banyak wanita perlu dicium, dipeluk, dan dibelai untuk membuat pelumasan vagina. Pelumanasan vagina penting untuk hubungan seksual yang nyaman.

Bagi pria, foreplay juga perlu dilakukan sebelum penetrasi terjadi. Inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi pria. Tak sedikit pria yang langsung ‘tancap gas’ saat bercinta.

Debra Herbenick, PhD, MPH, direktur Pusat Promosi Kesehatan Seksual di Indiana University di Bloomington, dilansir dari Everyday Health mengatakan, ketika seorang pria mengalami kesulitan mencapai klimaks, ia mungkin akan lebih mudah jika ia dan pasangannya telah terlibat dalam foreplay terlebih dahulu.

Setiap tindakan yang menciptakan dan meningkatkan hasrat, minat, stimulasi, atau rangsangan seksual pada pasangan seks tergolong foreplay. Gelagat hasrat seksual bisa ditunjukkan melalui keintiman fisik, seperti mencium, menyentuh, memeluk, membelai tubuh, atau memberikan ‘cupang’ pada pasangan.

Keterlibatan mental juga dapat memupuk minat seksual, seperti menggoda, berbicara nakal, berbisik, atau memuji penampilan. Perilaku ini dapat menjadi isyarat nonfisik yang menunjukkan ketersediaan seksual.

Foreplay bisa dimulai dengan rayuan atau percakapan yang dapat membangkitkan suasana erotis. Faktanya, seorang pria akan terangsang mendengar suara pasangannya yang berbicara masalah seksual dan begitu pula sebaliknya. Lalu,lanjutkanlah dengan ciuman. Ciuman tidak mesti di bibir. Ciumlah daerah-daerah sensitif pasangan Anda. Dan, tuntunlah pasangan Anda melakukan hal sebaliknya.

Berikutnya, Anda bisa melakukan pijatan atau sentuhan pada daerah sensitif pasangan Anda. Biarkan pula pasangan Anda menyentuh dan memijat daerah-daerah sensitif Anda. Jalinlah komunikasi sehingga Anda dan pasangan mengetahui daerah-daerah sensitif Anda dan dia.

(SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY