Dampak Anak Kekurangan Vitamin D

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Semua jenis vitamin pasti mempunyai manfaatnya masing-masing untuk kesehatan tubuh termasuk juga dengan Vitamin D, vitamin yang banyak diperoleh melalui sinar matahari ini mengandung banyak khasiat terutama pada pembentukan struktur pada bagian gigi dan tulang.

Terdapat dua jenis aktif yang terdapat dalam vitamin yang larut dalam lemakĀ  Prohormon ini, mengandung dua jenis aktif yaitu, D2 dan D3. D2 atau dikenal juga dengan nama ergokalsiferol ini berasal dari turunan senyawa kolesterol yang banyak ditemukan pada ragi dan tanaman, kemudian D3 atau (kolekalsiferol) sendiri terdapat dalam minyak hati ikan dan kuning telur, selain itu vitamin D3 juga bisa dihasilkan dalam kulit ketika kulit terpapar sinar ultra violet B (UVB). Selain itu proses terkenanya kulit dengan sinar matahari menjadikan Vitamin D satu-satunya vitamin yang dapat dihasilkan dari dalam tubuh.

Sekitar 80% sumber vitamin D terdapat pada matahari, Anda bisa memperoleh vitamin D yang cukup tinggi dari matahari dengan cara berjemur di pagi hari, waktu terbaik untuk melakukan ini adalah sekitar pukul 06.00 pagi hingga 09.00 pagi.

Setiap manusia berkemungkinan mempunyai kadar vitamin D yang rendah mulai dari orang tua, orang, dewasa, remaja, sampai anak-anak. Pada anak-anak yang mmpunyai kadar vitamin D yang rendah akan memunculkan berbagai macam dampak seperti seringnya anak terserang flu hingga kelainan tulang dan beberapa penyakit berbahaya lainnya. Berikut adalah beberapa dampak yang dapat terjadi pada anak Anda jika kekurangan vitamin D:

  • Multiple Sclerosis. Ini adalah penyakit autimun yang biasanya terjadi di daerah yang jauh dari khatuliwtiwa atau jarang terkena matahari, penyakit ini timbul akibat kekurangan vitamin D, ini termasuk penyakit gangguan sistem syaraf yang disebabkan kerusakan selubung Myelin yaitu sel syaraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Biasanya penyakit ini menyerang anak anak yang kekuranagan vitamin D. Penyakit ini dapat timbul karena anak jarang mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, contohnya adalah susu.
  • Rakitis. Ini adalah penyakit pelunakan tulang pada anak-anak yang terjadi karena kekurangan atau gangguan metabolisme vitamin D, magnesium, fosfor atau kalsium. Rakitis juga berpotensi menyebabkan patah tulang dan kelainan bentuk. Bayi dan ibu yang tidak terpapar sinar matahari bisa menjadi penyebab dari penyakit ini, karena pengaktifan vitamin D melalui kulit dengan bantuan dari sinar ultra violet B (UVB) menjadi berkurang. Penyakit ii juga bisa disebabkan oleh ibu yang tidak mengkonsumsi susu formula yang banyak mengandung vitamin D maka mengakibatkan kualitas ASI berkurang.
  • Rheumatoid Arthritis. Ini adalah penyakit radang sendi yang diakibatkan oleh kekurangan vitamin D, penelitian pada tahun 2012 menemukan terdapat 75% bayi-bayi yang meninggal mendadak disebabkan karena kekurangan vitamin D.
  • Kelainan lengkung tulang belakang. Pada anak-anak usia 1- 4 tahun biasanya mengalami ini kelainan tulang belakang antara lain seperti: kaki O (bengkok ke dalam), kaki X (bengkok ke luar) dan terlambat berjalan.
  • Merasakan nyeri bila berjalan. Dampak ini biasanya diderita anak-anak yang lebih tua atau remaja.
  • Flu. Selain kelainan pada tulang ternyata kurangnya kadar vitamin D pada tubuh juga dapat mengakibatkan terjangkitnya flu, menurut Dr. John Cornell dari Vitamin D Council dan merupakan salah satu peneliti Vitamin D terkemuka di dunia saat ini, telah mengidentifikasi bahwa Vitamin D memproduksi antimicrobial peptides yang dapat melindungi tubuh untuk melawan flu. Maka tak heran jika pada saat musim hujan yang dimana jarang mendapatkan sinar matahari akan sering terserang flu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY