Dampak Penyakit Asam Lambung pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Masa kehamilan merupakan masa dimana seorang wanita akan mengalami banyak perubahan baik secara fisiologi maupun psikologi. Perubahan tersebut akan menimbulkan keluhan dan ketidaknyamanan. Salah satu keluhan yang umum terjadi pada ibu hamil yaitu penyakit asam lambung.

Kondisi tersebut dapat dialami ibu hamil diusia kehamilan berapapun, terutama di trimester kedua dan ketiga selama masa kehamilan. Kondisi asam lambung pada ibu hamil bisa naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala hearburn. Kondisi tersebut terjadi pada saat katup yang berada antara lambung dan kerongkongan tidak bisa mencegah datangnya asam lambung yang lewat kembali ke kerongkong.

Penyebab terjadinya hal tersebut yaitu hormon progesteron yang mengakibatkan kondisi katup yang lebih rileks sehingga ibu hamil akan lebih mudah mengalami heartburn. Penyebab lain terjadinya heartburn pada ibu hamil yaitu kondisi rahim dan ukuran bayi yang semakin besar sehingga menyebabkan terjadinya penekanan pada usus dan lambung. Meskipun terjadinya asam lambung pada ibu hamil suatu hal yang umum dialami oleh ibu hamil.

Akan tetapi anda perlu mewaspadainya karena kondisi tersebut dapat memberikan dampak. Berikut ini beberapa dampak asam lambung pada ibu hamil, antara lain :

  1. Esofagitis

Kenaikan asam lambung yang terjadi pada kerongkongan awal mulanya dapat menyebabkan peradanan atau esofagitis. Apabila kondisi peradangan tersebut semakin parah makan akan menyebabkan penderita nyeri dan sulit saat menelan (disfagia).

  1. Ulkus esofagus

Dampak asam lambung yang dialami oleh ibu hamil salah satunya dapat mengakibatkan terjadinya ulkus esofagus. Ulkus esofagus merupakan luka yang terjadi pada dinding kerongkongan yang disebabkan oleh peningkatan asam lambung.

Apabila kondisi peradangan atau esofagitis tidak bisa diatasi dengan baik dan kondisi malah semakin parah maka dapat menyebabkan luka (ulkus esofagus). Apabila kondisi tersebut terjadi sangat dalam dapat mengakibatkan perdarahan kecil yang beresiko terjadinya anemia selama masa kehamilan.

  1. Striktur esofagus

Kondisi esofagitis dan ulkus esofagus yang semakin parah dapat menyebabkan striktur esofagus yang ditandai dengan adanya jaringan parut yang akan menyebabkan ibu hamil akan sulit saat menelan makanan karena terjadinya penyempitan diarea kerongkongan.

  1. Esofagus barret

Esofagus barret merupakan suatu kondisi dimana jaringan pada dinding bagian bawah kerongkongan mengalami perubahan warna seperti jaringan pada dinding usus. Kondisi ini tidak menunjukan tanda gejala akan tetapi dapat beresiko menyebabkan kanker esofagus.

Asam lambung pada hamil memang hal yang umum terjadi, namun perlu anda waspadai dan melakukan penanganan agar tidak mengakibatkan dampak berikut. Salah satu upaya yang dapat anda lakukan yaitu dengan melakukan pencegahan seperti makan sedikit tapi sering, mengunyah makanan secara perlahan sampai halus, jangan berbaring setelah makan, hindari makanan ketat, hindari makanan yang pedas dan asam, menjauhi asap rokok, dan minum setelah makan. (KMY)


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here