Dampak Asap Rokok Bagi Anak

Saat ini, diperkirakan sepertiga orang dewasa terpapar asap rokok orang lain (menjadi perokok pasif). Paparan terhadap asap rokok orang lain ini menyebabkan sekitar 600.000 kematian dini setiap tahunnya. Dari seluruh kasus kematian yang disebabkan oleh paparan asap rokok, 47 persen diantaranya terjadi pada kalangan perempuan. Pada setiap keluarga dengan orang tua perokok, dapat dipastikan bahwa anaknya akan menjadi perokok pasif. Meski si perokok tidak merokok di dekat Anak, asap rokok dapat menempel di mana saja, sehingga partikel-partikel yang terkandung di dalam asap rokok tersebut bisa terhirup oleh Anak saat berdekatan dengan perokok tersebut.

Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia, termasuk di dalamnya terkandung zat yang sering dijumpai dalam kandungan polusi udara yang berbahaya. Asap rokok mengandung lebih dari 50 jenis zat penyebab kanker. Beberapa zat yang yang terkendung dalam rokok diantaranya karbonmonoksida (menurunkan kadar oksigen), nikotin (penyebab kecanduan dan bisa menurunkan kerja otot hati), dan tar (campuran berbagai zat beracun).

Meski tidak secara langsung merokok, perokok pasif bisa turut terkena dampak buruknya juga. Semakin sering seseorang terkena paparan asap rokok, semakin tinggi pula risiko gangguan kesehatan yang dialaminya kelak. Asap rokok mengubah struktur kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko seseorang menderita berbagai penyakit kronis terutama masalah kesehatan pernapasan. Maka tidak heran, Anak yang terus-menerus jadi perokok pasif lebih berisiko menderita penyakit saluran pernafasan seperti asma, batuk, bronchitis, bahkan kanker paru-paru. Bukan hanya kesehatan anak perokok pasif yang terganggu, kemampuan akademik Anak juga lebih rendah dibandingkan anak yang tidak terpajan asap rokok.

Anak yang tumbuh di rumah penuh asap rokok mengalami perubahan dinding pembuluh darah utama yang terbentang dari leher ke kepala. Penebalan dinding pembuluh darah ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari. Ketika dihembuskan oleh perokok, asap rokok tidak hilang begitu saja. Asap rokok dapat bertahan di udara sekitar dua hingga tiga jam. Asap rokok akan tetap ada meski tidak terdeteksi oleh indera penciuman maupun penglihatan Anda.

Anak beresiko yang lebih tinggi untuk terkena dampak buruk dari asap rokok dibandingkan dengan orang dewasa. Anak mempunyai sistem imun dan alat pernapasan yang masih berkembang dan belum matang sehingga rentan terhadap berbagai penyakit. Saluran pernapasan dan paru-paru yang kecil membuat Anak lebih sering bernapas sehingga lebih sering menghirup asap rokok.

Anda tentu tidak ingin anak Anda mengalami berbagai penyakit serius karena paparan asap rokok yang kerap dihirupnya. Jika ada keluarga di rumah yang merokok, usahakan untuk menjauhkan anak dari perokok tersebut. Anda pun sebaiknya memberitahu mereka untuk menjauh dari Anak-anak saat sedang merokok. Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang merokok cenderung menjadi perokok saat mereka besar nanti. Jadilah contoh yang baik bagi anak Anda dengan berhenti merokok. Selain baik untuk kesehatan anak, berhenti merokok juga mendatangkan manfaat bagi kesehatan Anda sendiri.

*pic obatpropolis.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here