Dampak Berpuasa Terhadap Produktivitas Hormon Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hormon merupakan senyawa-senyawa yang dihasilkan tubuh dari kelenjar endokrin dan hipofisis. Hormon-hormon yang diproduksi kelenjar endokrin sebagian besar berasal dari kelenjar hipofisis, sehingga kelenjar hipofisis biasa disebut dengan ibunya kelenjar. Produksi hormon antara pria dan wanita biasanya memiliki pebedaan, terutama hormon yang mengatur organ reproduksi. Pengeluaran hormon merupakan bentuk reaksi alami dari tubuh setelah mendapat berbagai tekanan dan stress.

Produktifitas hormon ditentukan oleh berbagai faktor, wanita pada umumnya memiliki tingkat stress dan mood yang mudah untuk berubah. Sehingga kadar hormon di dalam wanita biasanya berubah-ubah dengan cepat. Dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktifitas hormon pada wanita, ternyata dengan berpuasa dapat mempengaruhi juga.

Puasa merupakan kegiatan wajib umat islam yang biasanya dilakukan ketika bulan ramadhan datang. Selama berpuasa, tubuh kita berhenti untuk mencerna makanan selama lebih dari 12 jam. Berhentinya proses pencernaan di dalam tubuh selama beberapa saat bukan berarti tubuh kita akan kekurangan nutrisi. Walaupun puasa dapat menyebabkan lemas dan lapar (pada sebagian orang), namun berpuasa memiliki efek samping lain terhadap tubuh kita.

Efek samping yang ditimbulkan tentu saja memiliki manfaat yang apabila kita nikmati akan terasa. Hubungan antara berpuasa dengan produktifitas hormon pada wanita sangat berkaitan erat. Pasalnya, banyak penelitian yang membuktikan bahwa berpuasa mampu untuk meningkatkan produktifitas hormon di dalam tubuh, tidak terkecuali hormon reproduksi.

Pada saat berpuasa, fungsi dari organ reproduksi meningkat. Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel bagian urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang biasanya berkaitan dengan masalah perilaku seksual pada wanita yakni estrogen yang dihasilkan oleh indung telur. Selain hormon estrogen, produktifitas hormon prolaktin justru mengalami penurunan. Dampak dari menurunnya kadar hormon prolaktin sangat bermanfaat bagi para wanita yang menderita infertilitas (kemandulan), sebab kelebihan hormon prolaktin dapat menyebabkan seorang wanita mandul.

Menjalankan ibadah puasa selama bulan ramadhan dapat bermanfaat yakni tubuh akan memberikan dampak positif untuk tubuh salah satunya adalah melancarkan peredaran darah pada tubuh, sehingga organ-organ pada tubuh akan berfungsi maksimal terutama organ reproduksi. Pendapat lain juga mengungkapkan bahwa puasa akan memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan bagi tubuh sehingga hormon-hormon akan meningkat baik terutama hormon untuk reproduksi.

Penelitian-penelitian yang telah dipublikasikan menyatakan bahwa  seseorang yang pola kehidupannya diatur seperti orang puasa. Setelah dilakukan tes beberapa hari hormon reproduksi seperti FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) kadarnya meningkat dalam tubuh. Kedua hormon tersebut merupakan hormon-hormon yang dihasilkan dari GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) di hipotalamus. Keduanya merupakan hormon reproduksi manusia yang terdapat di dalam tubuh pria dan wanita. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here