Dampak Buruk Bagi Remaja “Attention Seeker”

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Remaja yang memiliki gejala sebagai attention seeker atau pencari perhatian akan melakukan segala cara untuk mendapatkan perhatian seperti yang ia mau. Tidak jarang mereka melakukan hal-hal yang terkadang bisa membuat orang lain tidak nyaman. Attention seeker ditandai dengan pola perilaku yang suka mencari perhatian dan suka terlihat ingin menonjol daripada yang lain. Mereka mudah mengalami perubahan emosi, terlebih ketika mereka sudah melakukan segala cara demi mendapatkan perhatian namun orang lain bersikap tidak seperti yang diharapkannya.

Seseorang dengan gangguan kepribadian ini ingin menjadi pusat perhatian dalam setiap kelompok dan merasa tidak nyaman ketika tidak mendapatkannya. Suka mendramatisir keadaan dan membesar-besarkan masalah adalah hobi seorang attention seeker. Mereka akan terlihat sebagai pribadi yang berpusat pada diri sendiri dan berpikiran dangkal. Dampak buruknya adalah mereka akan dijauhi oleh teman-teman sekitarnya karena sikapnya yang suka berlebihan dan cenderung merugikan orang lain.

Dampak lainnya adalah penderita attention seeker ini akan sulit membangun keintiman emosional dalam hubungan baik dengan teman maupun pasangan. Tanpa sadar, mereka sering bertindak di luar kendali dalam hubungan mereka dengan orang lain, sehingga membuat ketidaknyamanan hadir. Merasa selalu ingin menjadi pusat perhatian sehingga tanpa sadar mereka mengendalikan teman atau pasangan melalui manipulasi emosional atau tipuan pada satu sisi dan menunjukkan ketergantungannya pada sisi lain.

Seseorang dengan gangguan ini sering memiliki hubungan yang buruk dengan teman atau pasangan karena gaya interpersonal yang dianggap menjadi ancaman bagi orang-orang terdekatnya. Cenderung memiliki sifat yang mudah tersinggung dan terganggu, mudah emosi serta cepat marah dan tidak segan mengeluarkan sifat temperamen mereka jika keinginan dalam menarik perhatian orang lain tidak terpenuhi.

Attention seeker akan lebih sensitif dan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Mereka akan membenarkan segala sikap mereka demi mendapat perhatian, dan ketika tidak sesuai harapan mampu membuat mereka menjadi mudah stres dan mengalami gangguan psikologis lainnya. Ketika attention seeker merasakan tidak mendapat cukup atensi, perilaku mereka bisa saja terus meningkat dan membahayakan. Hal ini bisa membuat orang-orang akan memasang cap buruk kepada mereka tanpa tahu siapa diri mereka yang sebenarnya. Lebih parahnya lagi, attention seeker akan mudah merasa kesepian karena mereka tidak mampu menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya.

Belum lagi jika cap buruk sudah terpampang jelas untuknya, akan semakin banyak orang yang nantinya akan menjaga jarak untuk tidak berteman dengan remaja attention seeker. Dampak buruk yang lebih nyatanya adalah para attention seeker akan membuang banyak sekali waktunya untuk hal yang seharusnya tidak perlu mereka lalukan hanya demi mendapatkan dan menarik perhatian dari orang lain. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here