Dampak Buruk dari Perasaan Selalu Merasa Kesepian

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Manusia merupakan makhluk sosial yang butuh bantuan orang lain. Setiap orang memiliki kebutuhan dalam berinteraksi dengan orang lain untuk mencapai tujuan. Lantas apa jadinya jika seseorang selalu merasa kesepian?

Sebenarnya apa kesepian itu?

Meski bukan masalah serius, tapi perasaan kesepian dapat tetap memberikan dampak buruk. Rasa kesepian dapat muncul kapan saja dan dimana saja. Tidak mengenal usia, latar belakang etnis hingga status sosial.

Kesepian merupakan perasaan sunyi atau kesendirian akibat tuntutan keadaan. Orang yang merasa kesepian biasanya mengharapkan kehadiran seseorang yang dapat memberikan perhatian dan menciptakan suasana menghibur.

Perasaan kesepian dapat muncul sangat kuat pada seseorang yang mengalami tekanan psikologis, sehingga menimbulkan situasi yang menyakitkan. Pribadi yang terjebak pada kondisi ini akan merasa kosong, sehingga tidak berdaya menjalani hidup.

Apa yang menyebabkan kesepian?

Berbagai kondisi, situasi, atau persoalan dapat mengakibatkan seseorang mengalami kesepian. Faktor penyebab kesepian yang dialami seseorang bisa digolongkan menjadi dua hal, yakni internal dan eksternal.

Faktor internal seperti kepribadian yang tertutup, rasa tidak percaya diri, hingga sikap acuh tak acuh. Sementara faktor eksternal yang bisa menyebabkan kesepian seperti ketidakcocokan terhadap lingkungan pergaulan, budaya, hingga ditinggal oleh orang yang dicintai.

Seseorang yang memasuki masa tua paling sering dilanda kesepian, karena teman-teman seperjuangan yang semakin berkurang. Seseorang yang telah menikah pun dapat dilanda kesepian, khususnya jika kedua belah pihak ternyata merasa ada ketidakcocokan.

Lantas apa dampak buruk selalu merasa kesepian?

  1. Kecenderungannya dapat mengalami depresi. Rasa kesepian yang muncul dapat mengakibatkan seseorang merasakan tekanan psikologis. Semakin seseorang larut dalam kesepian, maka semakin besar pula risiko mengalami depresi. Oleh karena itu salah satu cara untuk mengatasi depresi adalah dengan aktif melakukan interaksi sosial dengan orang lain.
  2. Kecenderungannya dapat mengalami penyakit jantung. Seseorang yang hidup sendiri dan merasa kesepian, kecenderungannya mempunyai risiko kematian akibat penyakit jantung. Hal itu karena orang tersebut tidak mendapatkan dukungan sosial, sehingga sering mengalami stres. Kondisi ini selanjutnya meningkatkan risiko terserang penyakit jantung.
  3. Kencederungannya dapat mengalami penumpukan hormon stres, sehingga dapat menyebabkan kolesterol mengendap di dalam tubuh. Seseorang yang kesepian akan mengalami minat yang kurang dalam berolahraga. Kondisi ini juga dapat menyebabkan tingginya kolesterol.
  4. Kecenderungannya dapat mengalami penurunan kekebalan tubuh. Seseorang yang kesepian mempunyai kecenderungan mengalami imunitas yang lemah, sehingga lebih rentan menderita peradangan. Lemahnya imunitas juga menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit-penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, artritis, hingga alzheimer.

Kecenderungannya dapat mengalami rasa putus asa dalam menjalani hidup. Rasa kesepian yang tak kunjung berakhir dapat membuat seseorang mengalami putus asa. Kemudian seseorang yang kesepian akan memilih jalan pintas untuk mengakhiri kehidupannya. Oleh karena itu berinteraksilah dengan masyarakat luas agar tercipta kehidupan yang dinamis dan positif. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here