Dampak Buruk Kafein Pada Anak

SehatFresh.com – Tidak hanya pada kopi, kafein juga terdapat dalam the dan minuman ringan. Bahkan, makanan kegemaran anak-anak seperti es krim dan cokelat pun terkadang memiliki kandungan kafein yang tersembunyi. Menurut American Association of Poison Control Centers, ada sekitar 4.000 kasus paparan kafein pada anak, di mana 1.200 di antaranya dialami anak usia di bawah enam tahun. Di Kanada, anjuran kafein untuk anak pra-sekolah adalah 45 mg setiap harinya. Asupan kafein perlu dibatasi karena bisa berdampak buruk pada kesehatan anak.

Kafein bisa menurunkan nafsu makan anak. Anak-anak yang mengonsumsi kafein mungkin tidak mendapatkan asupan kalori yang memadai. Daripada makan makanan bergizi, soda atau minuman ringan mungkin sudah cukup untuk membuat mereka merasa kenyang. Karena sifatnya diuretik, asupan kafein berlebih juga dapat menarik cairan dari tubuh anak yang mengarah ke dehidrasi. Balita belum memiliki keterampilan komunikasi dan mereka seringkali tidak menyadari tanda-tanda dehidrasi. Efek samping lainnya adalah peningkatan denyut jantung, sulit tidur, gelisah, mual dan muntah. Efek ini juga terlihat pada orang dewasa tapi anak-anak mungkin lebih sensitif.

Dalam penelitan yang diterbitkan dalam “Journal of Pediatrics” pada tahun 2010, disebutkan bahwa mengonsumsi kafein secara berlebihan pada anak akan mengurangi durasi tidurnya. Meskipun kekurangan waktu tidur ini hanya sedikit, dampaknya dinilai cukup signifikan. Pasalnya, segala potensi otak yang hanya dibangun saat anak-anak sedang tidur secara otomatis juga akan berkurang akibat berkurangnya waktu tidur. Jika anak kekurangan waktu tidur, kemampuan konsentrasi anak menuurun serta perilakunya menjadi lebih agresif dan temperamental dibanding anak yang cukup tidur.

Kafein bergerak melalui tubuh dalam beberapa jam dan kemudian diteruskan melalui urin. Ini tidak disimpan dalam tubuh, tetapi anak-anak dapat merasakan dampaknya hingga enam jam jika mereka sensitif terhadap kafein. Sensitivitas kafein mengacu pada jumlah kafein yang akan menghasilkan efek pada seseorang, yang bervariasi dari orang ke orang. Umumnya, semakin kecil usia seseorang, semakin sedikit kafein yang dibutuhkan untuk menghasilkan efek samping. Namun, sensitivitas kafein paling terpengaruh oleh asupan kafein sehari-hari.

Orang yang secara teratur minum minuman yang mengandung kafein akan segera mengalami penurunan sensitivitas kafein. Ini berarti mereka membutuhkan dosis kafein yang lebih tinggi untuk mencapai efek yang sama seperti pada seseorang yang tidak sering mengonsumsi kafein. Anak-anak menjadi lebih sensitif karena mereka tidak mengonsumsi kafein sesering konsumsi kafein orang dewasa.

Cara terbaik untuk mengurangi kafein (dan gula tambahan) pada anak-anak adalah dengan mengurangi konsumsi minuman ringan termasuk soda. Sebagai gantinya, anak bisa diberi jus buah murni. Pastikan juga untuk selalu bekali anak botol minum ketika mereka beraktivitas. Anda bisa memberi anak minuman ringan seperti soda atau teh, namun sebaiknya pilih yang tanpa kafein. Cermati juga kandungan kafein tersembunyi dalam makanan dan minuman dengan memeriksa label pada kemasannya.

Sumber gambar : nisrina.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY