Dampak Buruk KDRT Bagi Perkembangan Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau yang biasa disingkat KDRT, akhir-akhir ini kerap terjadi di berbagai daerah. Sebenarnya KDRT sudah terjadi sejak lama, namun, baru muncul ke permukan baru-baru ini saja. Kekerasan yang dilakukan baik kepada pasangan atau kepada anak, bahkan adapula KDRT yang dilakukan oleh anak kepada orangtuanya. KDRT memiliki dampak yang buruk bagi perkembangan anak. Kebiasaan anak menyaksikan KDRT akan berdampak pada psikologis mereka.

Kekerasan dalam rumah tangga sendiri tidak hanya perihal kekerasan secara fisik yang dilakukan oleh satu pihat. Melainkan juga cemoohan, ancaman dan perkataan kasar juga bisa dikatakan sebagai kekerasan dalam rumah tangga.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang terlibat dalam kekerasan seperti ini. Kebanyakan dari mereka juga masih belum melaporkan kejadian yang mereka alami ke pihak yang berwajib. Padahal, hak anak dan perempuan telah dilindungi. Bahkan, ada lembaga yang melindungi anak dan perempuan.

Berikut beberapa dampak buruk yang akan dialami oleh anak atau remaja yang biasa mendapatkan dan atau melihat kekerasan dalam rumah tangga. Baik ayah kepada ibunya, atau kepada anggota keluarga lainnya.

  • Kesulitan berkonsentrasi

Mereka yang terbiasa mendapatkan atau menyaksikan kekerasan di rumah, kemungkinan besar akan mengalami kesulitan berkonsentrasi. Hal ini terjadi, karena adanya rasa trauma yang mereka alami. Sehingga menyulitkan mereka berkonsentrasi. Termasuk dalam hal pelajaran di sekolah.

  • Mengalami depresi

Remaja atau anak yang biasa menyaksikan atau melihat kekerasan di rumahnya. Jelas akan mengalami stres atau bahkan depresi. Dalam perkembangannya, seharusnya mereka mendapat kasih sayang dari orang terdekat, untuk membentuk pribadi yang baik. Jika mereka terbiasa melihat atau mendapatkan kekerasan, mereka akan merasa tertekan atau bahkan terancam.

  • Luka atau rasa sakit

Mereka yang biasa mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga, apalagi melibatkan kontak fisik, pasti akan menyisakan luka di bagian tubuh mereka. Mulai dari luka ringan hingga luka berat. Rasa sakit yang mereka alami juga pasti tersisa akibat penganiayaan yang mereka terima.

  • Gangguan emosional

Anak yang biasa menyaksikan atau menerima kekerasan akan memiliki gangguan emosional pada diri mereka. Mereka akanmerasakan rasa takut berlebih, muncl kecemasan-kecemasan, dan rasa takut untuk bertemu atau erhubungan dengan orang lain.

  • Kecenderungan melakukan kekerasan

Bagi anak yang biasa menyaksikan perilaku kekerasan, memiliki resiko yang sangat besar untuk maelakukan tindak kekerasan kepada orang lain. Hal ini terjadi akibat keterbiasaan dirinya menyaksikan tindak kekerasan di rumahnya. (IKS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here