Dampak Buruk Lagu Dewasa Bagi Psikologis Anak

SehatFresh.com – Lagu dan musik bisa melatih kemampuan anak. Pada masa perkembangan daya nalar, belajar sambil bermain dan bernyanyi dapat membantu meningkatkan perkembangan motorik anak. Akan tetapi, jika diperhatikan, saat ini banyak anak-anak yang lebih mengenal lagu-lagu orang dewasa dibandingkan lagu anak untuk seusianya.

Kemajuan teknologi saat ini membuat anak mulai mengenal bahkan menyanyikan berbagai lagu-lagu dewasa. Jarang sekali kita mendengarkan seorang anak mendendangkan lagu khusus anak-anak. Mereka lebih senang menyanyikan lagu orang dewasa yang notabennya bertemakan cinta dan kasih sayang. Padahal, jika anak-anak dibiarkan terpapar lagu orang dewasa tanpa pendampingan, ini bisa berdampak buruk terhadap psikologisnya, yang pada gilirannya akan memengaruhi tumbuh kembang anak.

Perkembangan kecerdasan seorang anak berjalan bertahap, begitu juga dengan pemahamannya terhadap lingkungan sekitarnya. Kebanyakan lagu-lagu dewasa saat ini berisi mengenai hubungan pacaran, perselingkuhan, dan banyak masalah percintaan lainnya. Kata cium, peluk, hamil duluan, dan kata vulgar lainnya masih belum dimengerti maknanya oleh anak dan bisa berdampak buruk bagi psikologisnya serta berdampak bagi moralnya. Pasalnya, lirik lagu yang mereka cerna bisa secara permanen membentuk pemahaman mengenai kehidupan.

Dalam hasil penelitian yang diterbitkan dalam “Springer’s Journal Sexuality and Culture”, disebutkan bahwa lagu dewasa yang berisi tema seksual akan memengaruhi perkembangan dan pertumbuhannya. Usia anak-anak atau balita merupakan usia terbaik untuk menyerap informasi. Jika terpapar kata-kata kasar atau tidak senonoh, maka itu akan melekat dalam benaknya. Lirik pada lagu dewasa bisa dengan mudah terserap oleh otak dan dianggap sebagai pengetahuan.

Ironisnya, kesenangan anak menyanyikan lagu-lagu dewasa juga kerap kali diperparah oleh orang tua yang malah mengarahkan anaknya untuk mendengarkan lagu-lagu tersebut, bukan lagu yang sesuai dengan usianya. Padahal, anak-anak yang terlalu cepat meninggalkan dunia kanak-kanak cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang masih berjiwa anak-anak.

Upaya dari orang tua untuk meminimalkan pengaruh negatif dari lagu dewasa sangatlah penting. Orang tua bisa mulai memperkenalkan anak pada musik yang beragam, daripada melarang mereka mendengarkan lagu-lagu tertentu. Hal itu akan membantu mengalihkan fokus anak  dari lagu yang tidak mendidik. Jika orang tua melihat bakat anak dalam menyanyi, maka tugas orang tua adalah mengembangkan potensi tersebut. Namun, tetap pastikan anak belajar lagu yang mengedukasi serta sesuai dengan usianya.

Sumber gambar : www.ilegal.click

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY