Dampak Buruk Penggunaan Dot

SehatFresh.com – Penggunaan dot atau empeng (pacifier) untuk menenangkan bayi yang rewel kini sudah menjadi tren atau kebiasaan. Selain itu, dot juga digunakan sebagai sarana untuk memberikan asi perah pada bayi. Berkat dot, ibu menjadi lebih mudah memberikan asi perah dan tidak perlu khawatir akan tumpah atau pun tercecer. Penggunaan dot juga dapat mencegah SIDS (Sudden Infants Death Syndrome), yang salah satu faktor risikonya adalah posisi tidur tengkurap.  Menurut Fern R. Hauck, M.D, peneliti dari University of Virginia Health System, bayi-bayi yang menggunakan dot ketika tidur ditemukan mengalami penurunan resiko mengalami SIDS dibandingkan mereka yang tidak menggunakan empeng. Karena mulutnya mengempeng, posisi wajah bayi ketika tidur akan selalu menghadap ke atas. Hal ini membuat pernapasan bayi lebih lancar.

Namun, tanpa disadari penggunaan dot atau empeng pada bayi  juga dapat memberikan dampak buruk jangka panjang terhadap bayi itu sendiri. American Academy of Family Physicians (AAFP) menjelaskan bahwa penggunaan dot memiliki pro dan kontra. Penggunaan dot ini tidak selalu berbahaya, tetapi ada efek negatif yang berkaitan dengan perkembangan bayi seperti perkembangan gigi dan kebiasaan makannya.

  • Bingung puting

Efek buruk penggunaan dot yang paling diributkan adalah membuat bayi menjadi bingung puting. Bingung puting itu sendiri merujuk pada kondisi saat bayi lebih memilih minum dari botol susu daripada payudara ibu. Istilah bingung puting banyak dipakai oleh pakar laktasi untuk para bayi yang lebih rewel saat menyusu dan menolak disusui langsung dari payudara. Mekanisme bayi menyusu langsung ke payudara berbeda dengan mekanisme menyusu melalui dot atau menghisap dengan empeng. Ketika bayi menyusu langsung ke payudara, terjadi koordinasi antara lidah bayi, rongga mulut, dan gerakan rahang. Berbeda dengan ketika bayi menyusu melalui dot, bayi tidak harus membuka mulutnya lebar-lebar saat dot masuk ke mulutnya. Aliran susu lebih mudah didapat dan bayi menggunakan kedua bibirnya untuk menghisap. Dot tidak perlu dimasukkan jauh ke dalam mulut sampai langit-langit, susu sudah masuk cepat ke dalam mulut bayi walaupun bayi tidak menghisapnya secara aktif. Ketika bayi terbiasa dengan hal ini, maka ketika dipertemukan dengan payudara ibunya, maka bayi bisa menjadi malas atau lupa bagaimana mekanisme menyusu yang sebenarnya.

  • Mengganggu perkembangan gigi

Jika bayi hanya sesekali mengempeng dan hanya sampai ia berumur satu tahun, maka orang tua tidak perlu terlalu khawatir dengan perkembangan giginya. Akan tetapi, bila bayi masih ngempeng meskipun umurnya sudah lebih dari satu tahun, sebaiknya Anda segera menyapih si kecil dari empengnya. Pasalnya, penggunaan empeng jangka panjang bisa membuat gigi geligi bayi tumbuh tidak sebagaimana mestinya. Ada kemungkinan gigi menjadi agak maju (tonggos). Meskipun masih gigi susu, tetapi perkembangannya juga menentukan pertumbuhan dan letak susunan gigi permanennya kelak.

  • Infeksi telinga

Aktivitas menyedot yang terjadi ketika bayi mengempeng dapat “menarik” cairan dari kerongkongan ke saluran tengah telinga.  Hal ini menyebabkan telinga bayi menjadi lebih rentan terkena infeksi bakteri.  Teori lainnya menyebutkan bahwa bayi-bayi bisa sakit akibat terpapar kuman-kuman yang mungkin ada pada dotnya.

Sangat dianjurkan, batita sudah bebas dari empeng pada usia dua tahun. Mungkin akan lebih sulit melepaskan empeng pada saat bayi akan tidur malam. Setelah usia satu tahun, lepaskan bayi dari kebiasaan ngempeng secara perlahan. Kebanyakan bayi akan mengurangi sendiri ketergantungannya pada empeng di kisaran umur enam hingga sembilan bulan, ketika ia mulai merangkak dan menjadi lebih tertarik pada hal-hal lain.  Saat bayi menunjukkan tanda-tanda tidak atau kurang tertarik pada empengnya, inilah waktu yang tepat untuk tidak mengurangi kebiasaan ngempengnya.  Proses penyapihan empeng ini jauh lebih mudah dilakukan ketika bayi berusia satu tahun dibanding ketika anak sudah lebih besar, berusia lebih dari dua tahun.

Sumber gambar : rocknrollparenting.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY