Dampak dan Bahayanya Telat Puber pada Anak Remaja

www>sehatfresh.com

SehatFresh.com – Saat kelenjar hipotalamus mulai mensekresi sinyal kimia yang disebut dengang gonadotropine releasing hormone (GnRH) merupakan awal dimulainya proses pubertas. Sinyal yang dilepaskan oleh hormon gonodotropin direspon oleh kelenjar pituri kemudian menstimulasi pertumbuhan kelenjar seks (pada laki-laki testis dan pada perempuan ovarium). Pertumbuhan tersebut kemudian berlanjut mensekresikan hormon seks testosteron pada anak laki-laki dan estrogen pada anak perempuan. Hormon tersebut menjadi penyebab ciri-ciri seks sekunder pada anak laki-laki dan pada anak perempuan.

Pubertas yang terlambat yaitu perkembangan pubertas pada remaja yang berumur 13 tahun pada perempuan dan 14 tahun pada laki-laki. Pubertas terlambat dalam bahasa medis disebut dengan delayed puberty yang artinya yaitu ketiadaan awal maturasi seksual pada waktu yang telah diharapkan. beberapa kasus terjadinya pubertas yang lambat terjadi atas dasar kelainan tertentu seperti diabetes mellitus, penyakit ginjal, anemia, gangguan autoimun dan tumor, gangguan testis, dan seseorang yang sangat kurus akibat diet ketat. Selain itu kelainan kromoson juga menjadi dasar terjadinya pubertas yang lambat.

Masalah terlambat pubertas yang paling sering dijumpai dalam praktek sehari-hari yaitu Constitutional Delay of Growth and Puberty atau yang biasa disingkat menjadi CDGP. Orang memiliki masalah ini pada umumnya sering mengeluh perawakan pendek daripada pubertas terlambat. Masalah ini lebih sering di jumpai pada pria dibandingkan anak perempuan. Hal tersebut dibuktikan dengan pernyataan oleh Pediatric Endocrine Ambulatory Center at North Shore University Hospital yang menunjukan hasil laporannya bahwa anak yang terdiagnosis  memiliki masalah CDGP sebanyak 15%.

Dampak negatif dan bahaya yang sering dikeluhkan oleh anak-anak yang mengalami CDGP yaitu :

  1. Anak mengalami rasa percaya diri yang berkurang.
  2. Mengalami tekanan psikososial yang dapat mengganggu perkembangan anak, sehingga hal ini harus diobati. Salah satunya dengan cara peran ahli jiwa atau psikologi merupakan penanganan masalah ini.
  3. Meresa bahwa masalah yang sedang dihadapinya akan berdampak pada prestasi sekolah, pekerjaan dimasa yang akan datang, dan kegiatan sosial lainnya

Ken Baker berusia 46 tahun merupakan salah satu pria yang mengalami pubertas yang lambat selama 27 tahun karena dirinya menderita penyakit tumor otak. Hal tersebut terjadi karena Ken mengalami transisi hormon yang hampir tidak pernah di dengar oleh orang awam. Transisi hormon tersebut diakibatkan oleh tumor jinar yang kemudian berdampak menimbulkan tekanan pada kelenjar pituitarinya. Hal tersebut menimbulkan beberapa permasalahan kesehatan pada Ken yang dapat membahayakan diantaranya yaitu :

  1. Tidak merasa ketertarikan pada kehidupan seksual.
  2. Mengalami kelainan fisik yaitu bahunya berukuran kecil sedangkan pinggulnya berukuran besar
  3. Dilansir The Sun, payudara mengeluarkan cairan putih yang keluar dari putingnya 10 kali lebih banyak dari wanita menyusui.

Tidak bisa melakukan hubungan seksual. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here